“Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira gak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau gak segera diisi, ya dia mati,” kata Presiden Prabowo.
Pernyataannya ini, jika tidak melihat konteks secara tepat, memang benar.
Bahkan dalam fiqih Islam, orang yang kelaparan boleh makan makanan haram yang tersedia saat itu, baik daging babi, bangkai, dan lainnya, agar terhindar dari kematian.
Upaya menghindari kematian, memang kondisi khusus dalam fiqih Islam, orang yang tersedak makanan sampai menghalangi saluran nafasnya, boleh minum khamr untuk membuka saluran nafas yang terhalang makanan tersebut, jika tidak ada air putih atau minuman halal di dekatnya. Bahkan, orang yang diancam dibunuh, boleh mengucapkan kata-kata kufur selama hatinya tetap kukuh dalam keimanan.
Artinya, jika tidak memperhatikan konteks, pernyataan orang tersebut tidak salah. Bagi orang yang sedang kelaparan ekstrem, yang paling penting adalah ada makanan yang bisa dimakan, bukan peningkatan gaji dan kualitas guru, bukan perbaikan infrastruktur pendidikan, bukan peningkatan kualitas pendidikan.
Nah masalahnya adalah, penerima makan gratis MBG tersebut (yang uangnya sebenarnya dari pajak saya dan anda), mayoritasnya tidak sedang dalam keadaan kelaparan ekstrem, bahkan sebagiannya mendapatkan makanan yang jauh lebih bergizi di rumahnya. Buktinya, mayoritas kita dan anak-anak kita, saat program tersebut libur, atau sebagian dapur mereka ditutup, biasa-biasa saja, tidak seperti kehilangan sesuatu yang maha penting.
Jadi, sang pengucap sedang menciptakan monster khayalan bernama “kelaparan ekstrem”, untuk mengesankan bahwa programnya itu sangat penting, padahal faktanya tidak seperti itu.
(Ustadz Muhammad Abduh Negara)






kata para terwo, “mau apapun ocehannya, egp, pokoknya wo2 is the best, anjing menggonggong jogetin aja, oke gass, oke gassss….”
L.O.L
🤣🤣🤣👍👍
Ya Allah…… siapa saja yang memimpin (mengurus) urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah dia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka (rakyatnya), maka susahkanlah dia
cocok jd presiden di somalia
makin dongo aje😂😂😂
klo gitu knapa yg dpt makan anaknya aj..!? emank ibu bapa nya ga laper perutnya..!?
☝🏻👇
mau nya si anak aj kh yg hidup..!? itu jg ane rasa tetep kurang gizi.. coz pmbagian sporsi aj buat sharian.. apa ga lemes..!!
☝🏻👇
presiden sblmnya klo ditanya jwb “nda tau”.. presiden skarang “ngoceh sesuka hati”..
😵💫😵
Shaum memilih lapar demi tujuan yg lebih besar
logika model apa ini. buktinya orang ibadah puasa nahan lapar & haus sekitar 14 jam ga mati tuh
mau kasih makan rakyat caranya banyak gak hanya lewat MBG yg terbukti pemborosan kas negara & banyak celah korupsinya. Setelah 1 tahun MBG, apk rakyat makin sejahtera, terbukti malah makin susah krn harga barang dll jadi naik, bahkan fakta banyak siswa yg diterima kuliah di negeri batal diambil krn tak mampu bayar biaya kuliahnya….