Cerita Dokter Tifa terkulai lemas usai ditangkap Polda, ternyata ini penyebabnya

✍️Dokter Tifa

Dokter Tifa terkulai lemas Jumat (19 Juni 2026) pukul 23.00WIB

Foto ini diambil secara candid oleh seorang Jurnalis, momen ketika saya dipindahkan dari IGD ke Ruang Perawatan di RS POLRI Kramat Jati Jaktim.

Saya digendong anak saya, Diky dari bed IGD ke kursi roda, dan digendong Diky lagi dari kursi roda ke mobil tahanan untuk di bawa ke ruang Perawatan.

Catat ya: dibawa dari IGD ke Mobil Tahanan!

Bagaimana GERD saya tidak kambuh, jika dari jam 06.00 pagi saya digelandang ke POLDA Metro Jaya tanpa sempat sarapan,

Lalu menghadapi Ujian Disertasi (S3) dengan 12 orang Penguji Profesor dan Doktor, dengan dijaga dan dikelilingi Polisi

Setelah Ujian selesai, saya menghadapi Ujian berikutnya yaitu dipindahkan dari Unit Kamneg ke Tahanan

Yang prosesnya jauh melampaui jam makan siang

Dan dari Tahanan masuk ke sel

Sama sekali tidak sempat duduk untuk makan.

Baru sore menjelang maghrib ketika saya akan diperiksa di RS Kramat Jati, Polisi mengizinkan seorang Relawan datang ke Tahanan membawakan nasi bungkus, yang celakanya isinya nasi padang yang super pedas. Saya paksakan makan beberapa suap. Lalu berhenti karena perut tambah nyeri.

Lengkap sudah penderitaan GERD. (Red: GERD/Gastroesophageal Reflux Disease adalah penyakit kronis pada sistem pencernaan di mana asam lambung dan isi lambung naik kembali ke kerongkongan)

Untuk para pasien GERD pasti tahu seperti apa rasa serangan GERD itu.

Seperti ada pedang yang menusuk dari lambung tembus ke punggung.. Pedang satu lagi dari ulu hati tembus ke rahang, lalu pedang satu lagi dari epigastrium menembus ke dada.

Ketika menjelang tengah malam seluruh pemeriksaan lab darah, urin, rontgen, EKG dianalisis oleh Para Dokter, lalu mereka memutuskan saya harus dirawat, maka saya harus pindah dari IGD ke ruang perawatan.

Saya berusaha untuk duduk di tepi bed dan berdiri ternyata rasa nyeri luarbiasa hingga badan menggigil.

Maka saya minta anak gendong saya ke kursi roda. Sungguh tak sia-sia saya izinkan dia nge gym di FTL dan biasa angkat beban. Ternyata ada gunanya ketika Ibunya butuh digendong.

Singkat cerita saya mendarat dengan selamat di ruang perawatan dan bisa meringkuk di ranjang perawatan sambil diinfus dan drip Lanzopracole, yang saya tunggu dari tadi untuk meredakan sakit luar biasa di lambung.

Setelah tiga malam dirawat oleh 5 Dokter Spesialis: Penyakit Dalam, Jantung, Paru, Infeksi, Gastroenterologi, Alhamdulillah saya membaik walau baru di taraf 50% tetapi cukup kuat berdiri di hari Senin 21 Juni 2026 ketika diserahkan ke Kejaksaan.

Para Termul yang menyalak-nyalak,

“Masuk Rumah Sakit di kursi roda begitu ke Kejaksaan segar bugar”

Kalau tiga malam di rawat lalu saya masih pakai kursi roda juga itu artinya saya dirawat Dokter abal-abal! Ngawur aja!

Saya dirawat di RS POLRI Kramat Jati, Mul Termul, Rumah Sakit bagus yang biasa merawat Jendral Polisi!
Dirawat 5 Dokter Spesialis, woi Termul IQ 58.

Ya tentu saja saya sembuh dengan cepat.

Terimakasih kepada Dr Mya, Dr Huda, Dr Donna, Dr Toto, Dr Haris, dan segenap Tenaga Kesehatan RS POLRI Kramat Jati. Anda semua profesional dan excellent!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Memang gerombolan TerMul dan TerWo itu ANJING SEMUA. Tak terkecuali aparat yang sudah menjadi alat makhluk JOKODOK si Raja Ngibul!!