Total reserse yang digerakkan untuk menangkap Dokter Tifa dan Roy Suryo ada 88 orang!

Setelah Roy Suryo menceritakan kronologi penangkapan Jumat Pagi itu, kini giliran Dokter Tifa yang bercerita di Podcast yang sama, yakni Podcast YouTube Madilog Forum Keadilan. Terlihat sekali Dokter Tifa begitu semangat menceritakan kronologi penangkapan Jumat Pagi itu. Agaknya, itulah hari-hari yang paling berkesan dalam hidupnya.

Tanpa ditanya-tanya host Darmawan Sepriyossa pun, Dokter Tifa sebetulnya ingin bercerita panjang lebar. Terlalu banyak cerita, kesan, pelajaran, dan lain sebagainya, yang ingin diceritakan Dokter Tifa. Dokter Tifa menganggapnya penangkapan Jumat Pagi itu sebagai berkah, bukan musibah. Ia melihat pertolongan Allah SWT benar-benar nyata adanya.

Hampir mirip dengan cerita Roy Suryo. Tapi Dokter Tifa masih beruntung karena tinggal di apartemen. Ia tak mengalami seperti yang dialami Roy Suryo, digrebek seperti OTT tindak pidana berat. Dokter Tifa pagi itu akan berangkat ujian doktoral UI, jadi sudah siap-siap. Roy Suryo masih nyambung tidur lagi, karena nyaris begadang. Ujian dikawal Polisi itu, tak akan pernah terlupakan.

Tapi fiks, Dokter Tifa memastikan bahwa Jumat Pagi itu adalah operasi penangkapan besar-besaran,

“Total reserse yang digerakkan untuk menangkap Saya dan Mas Roy ada 88 orang. Hanya untuk menangkap dua orang akademisi peneliti yang selama ini sangat kooperatif, yang lembut-lembut, gak ada tampang teroris atau gembong narkoba, 88 reserse dikerahkan untuk operasi hari Jumat itu! Bener-bener kayak nangkep gembong narkoba atau teroris,” ujar Dokter Tifa di podcast MADILOG Forum Keadilan TV, Kamis (25/6/2026).

Baik cerita Roy Suryo maupun cerita Dokter Tifa, memang sangat menguntungkan keduanya secara opini. Mungkin karena itulah para relawan Jokowi, termasuk Jokowi sendiri mungkin, sangat diwakili oleh teriakan histeris Ade Darmawan yang memprotes keras secara membabi-buta kenapa Kejaksaan melepas keduanya. Baginya penangguhan penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa itu adalah merugikan pihak Jokowi secara opini dan lainnya. Itu mungkin dianggap penghinaan juga. Makanya kubu Jokowi ngamuk-ngamuk.

Dan itu sangat terasa sekali di hadapan publik saat ini, kendatipun Jokowi mengatakan menghormati keputusan Kejari Jakarta Selatan, untuk tak menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa. Seperti biasa, Jokowi tampak tetap tenang, tapi para relawannya meradang di mana-mana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. akibat perseteruan orang TOLOL (solo) VS orang GUOBLOG (Hambalang). esoknya, putra mahkota sowan ke Solo, bbrp hari kemudian sang sekretaris pribadi menyusul.

  2. Memang manusia terlaknat semua mereka mulai dari junjungan hingga para pendukung kezaliman di negeri ini!!