Iran: Kesepakatan Mengakhiri Perang adalah ‘Deklarasi Kekalahan AS’

Kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Timur Tengah adalah “deklarasi kekalahan Amerika,” kata Mohammad Bagher Ghalibaf, kepala tim negosiasi Iran, dalam sebuah konferensi di Baku, ibu kota Azerbaijan, pada hari Rabu (24/6/2026), yang disiarkan di televisi Iran.

Ghalibaf menyatakan bahwa pencapaian diplomatik ini murni lahir dari otoritas dan perlawanan rakyat Iran, bukan karena tekanan, paksaan, ataupun sanksi dari pihak asing.

“Kesepahaman Islamabad bukanlah hasil dari tekanan dan paksaan, melainkan hasil dari perlawanan dan otoritas bangsa Iran yang berani,” kata Ghalibaf, merujuk pada teks yang diselesaikan melalui mediasi Pakistan.

“Itulah mengapa, Memorandum Kesepahaman Islamabad menjadi deklarasi kekalahan Amerika,” tandasnya.

Berbicara di forum OKI di Baku, Azerbaijan, Ghalibaf menyebut perang 40 hari yang diluncurkan AS-Israel sebagai tindakan kriminal. Namun, perlawanan Iran berhasil mengubah kalkulasi musuh.

Bagi Tehran, Kesepahaman Islamabad membuktikan bahwa diplomasi hanya efektif ketika pihak lawan (AS) berhenti memaksakan kehendak dan mengakui hak-hak Iran.

Negosiator utama Iran juga menegaskan kembali bahwa perdamaian di Lebanon merupakan pilar fundamental untuk mencapai kesepakatan definitif dengan Washington.

“Bagi kami, gencatan senjata di Lebanon sama pentingnya dengan gencatan senjata di Iran, dan berakhirnya perang di Lebanon sama pentingnya dengan berakhirnya perang di Iran.”

Sumber: Al Jazeera, AFP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

    1. @ Ali Al Bawah.. yoi bang.. ditambah keboncosan biaya perang.. rudal canggih nan mahal US-zionis dibakar buat cegat drone “maenan” Iran..
      😁🤭

  1. owh.. Iran bicara di forum OKI y.. OKI kan organisasi negri2 Islam y.. kirain Iran “non Islam”..
    ☝🏻🤭✌🏻😁