Ah, kalian pandai sekali bermain deh

Temennya yang duduk di samping, yang garuk-garuk telinga, garuk-garuk kuping, minum teh, kapan minta maafnya?

Dia kan juga dengerin kalimat demi kalimat itu. Tidak mencegah, tidak memotong, cuma cengengesan.

Ah, kalian pandai sekali bermain deh.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *