Info Ngeri Bung Iyut soal DEMO PATI, ada yang sengaja ‘membesarkan’

Bung Iyut @kafiradikalis adalah aktivis buruh. Sangat paham dan punya info akurat soal demo-demo. Menurut info yang dia dapat, sebenarnya demo pati 27 Agustus besok itu demo yang biasa-biasa saja, tidak ada respon besar dari massa buruh JABODETABEK dan elemen-elemen yang lain, sehingga demo pati tidak akan membesar dan tidak berpengaruh untuk memicu ‘revolusi’. Tapi, menurut Bung Iyut, ada pihak tertentu yang ingin ‘membesarkan’ demo pati ini, salah satu caranya dengan membuat kasus ‘pemblokiran rekening mandiri’. Kecurigaan ini beralasan dimana selama ini parcok sangat lekat dengan geng oslo.

SIMAK SELENGKAPNYA twit panjang Bung Iyut @kafiradikalis:

👇👇

Mau tahu kebenaran aksi demonstrasi 27 Agustus besok?

Buruh² Bekasi sebagai kontributor massa aksi terbesar di Jakarta dalam 15 tahun terakhir gak ikut turun.

Mereka kerja kek biasa.

Bahkan 99% buruh serikat seJabodetabek gak turun.

Artinya apa?

Demo 27 Agustus sudah pasti gak akan heboh, gak akan maksimal, juga jauh dari vital apalagi fatal karena tidak ada massa rapih terorganisir yg jadi lokomotif aksi.

Ingat, aksi demonstrasi chaos anorganik pada Kamis 28 Agustus tahun lalu (insiden alm Affan Kurniawan) lokomotif aksi adalah massa buruh.

Waktu itu ribuan buruh demo dari pagi cuma sampai jam 2 siang (yg biasanya sampe akhir sore) dan cepat² menarik diri karna dah dapat info bakal ditunggangi oleh massa anorganik. Dan perintah dari mobil komando waktu itu pun benar² seperti terburu² untuk menarik aksi massa.

Gw lagi diwawancara oleh Antara saat itu juga melihat jelas bersama kawan² gw, dah ada mobilisasi massa gak jelas di seberang jalan terpencar² yg mulai berjalan memasuki area gerbang DPR untuk melakukan transisi massa.

Yang memang terbukti beberapa jam kemudian, chaos terjadi.

Transisi massa dari buruh ke massa campur (anorganik+organik) itulah yg akhirnya bisa dimanfaatkan oleh massa² anorganik untuk memicu kerusuhan.

Nah Kamis, 27 Agustus besok, tidak akan ada momen transisi massa seperti 28 Agustus tahun lalu.

Paling yg bisa ambil peran lokomotif tsb yah mahasiswa. Tapi ini bakal pelik. Karena apa?

Karena ada massa Pati (dari berita, 4 bus) yg juga mencoba untuk menjadi lokomotif aksi penggerak.

Jadi rebutan lokomotif ini yg akan jadi masalah lapangan yg harus diselesaikan antara elemen mahasiswa (jika turun) dan elemen masyarakat Pati.

Dan udah jelas 99% akan sulit tercapai harmonisasi antara elemen mahasiswa dan rakyat Pati untuk menjadi lokomotif aksi.

Dari info yg gw bisa jangkau sampai detik ini, gak ada pertemuan² berjenjang-simultan antara massa Pati dan elemen² aktivis akar rumput seJabodetabek. Perlu dipahami, biasanya elemen² aktivis akar rumput ini juga kerap bersinergi dengan mahasiswa. Maka gerak/manuver mahasiswa biasanya juga bisa diketahui dari aliansi² akar rumput.

Jadi jelas, sampai di titik ini ada gap harmonisasi yang jauh alias konsolidasinya jauh panggang dari api.

Singkatnya: akar rumpur terfragmentasi

Makanya gw curiga kenapa aksi Pati dihebohin, dibesar²kan Bamus Betawi, dihighlight gubernur DKI bahkan sampe memblokir rekening Mandiri, lah buat apa?

Itu justru mah malah membuat kesan bahwa massa Pati adalah calon martir.

Padahal massa Pati yg turun besok sangat gak signifikan untuk mengulangi insiden tahun lalu. Cuma beberapa bus aja.

Glorifikasi berlebihan massa Pati sebagai calon martir ini justru gw lihat sebagai sabotase dari “internal rezim” (geng solo? -red) yg pengen bikin panik Prabowo dgn strategi spreading false info.

Padahal infrastruktur peredam aksi massa yg dimiliki rezim tuh terlalu kuat saat ini, bukanlah tandingan akar² rumput yg saat ini terfragmentasi begitu parah.

Gw mah jelas dukung massa Pati demo lebih ke untuk mengingatkan kita semua tentang bagaimana mempersiapkan demonstrasi yg benar.

Karena setelah aksi 212 pada 2016, gak pernah ada lagi aksi massa skala lokal/nasional yg berhasil mencapai tujuannya selain demo rakyat Pati yg terjadi pada Agustus 2025.

Kesimpulannya yah demo 27 Agustus 2026 yah gak akan gempar, bakal biasa aja.

Yg harus disikapi yah bukan demo 27 Agustus tapi setelahnya. Karena jelas banget ini polanya mau mengulangi insiden tahun lalu.

Karena sejak reformasi, gak pernah ada ceritanya demo 1 hari bisa memicu revolusi apapun. (“,)

*CATATAN:

  • APA YANG DISAMPAIKAN BUNG IYUT INI KOK RELEVAN DENGAN BEREDARNYA VIDEO BUDI ARIE?
  • YANG KEDUA: ISU DEMO PATI MENGUSUNG TEMA “PERAMPASAN ASET KORUPTOR”, TEMA INI YANG KERAP MENGGAUNGKAN ADALAH GIBRAN. APAKAH CUMA KEBETULAN?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *