Mantan Komandan Pasukan Khusus Turki: “Israel tidak memiliki kapasitas untuk menyaingi kami. Kami tidak seperti negara-negara lain”

🇹🇷 Letnan Jenderal (Purn) Zekai Aksakallı adalah mantan Komandan Komando Pasukan Khusus Turki (ÖKK/Kopasusnya Turki) yang dikenal luas karena peran krusialnya dalam menggagalkan percobaan kudeta militer di Turki terhadap Presiden Erdogan pada 15 Juli 2016.

Berbicara kepada CNN Türk, Letnan Jenderal (Purn) Zekai Aksakallı merespons ketegangan Turki dengan Israel.

“Israel tidak memiliki kapasitas untuk menyaingi kami. Kami tidak seperti negara-negara lain,” tandasnya.

Dibawah kepemimpinan Erdogan, Turki mengalami kemajuan pesat di bidang industri pertahanan. Turki bertransformasi dari negara importir menjadi salah satu eksportir teknologi militer paling diperhitungkan di dunia.

“Saya menghabiskan waktu sekitar 26 tahun dalam situasi konflik dan krisis semacam ini, sejak saya masih berpangkat letnan satu. Saya bertempur di berbagai wilayah. Saat kami baru memulai, kami tidak memiliki apa-apa—hanya sebuah senapan dan teropong tua. Kami bahkan tidak pernah membayangkan akan mencapai tingkat kemajuan seperti saat ini di industri pertahanan.”

***

Di Turki, sosok Letnan Jenderal Zekai Aksakallı dipandang sebagai salah satu tokoh militer penting yang menyelamatkan stabilitas negara dari ancaman kudeta 2016.

Peran Utama dalam Menggagalkan Percobaan Kudeta Militer 2016

  • Melawan Kudeta: Saat faksi militer pro-kudeta mencoba menguasai markas Komando Pasukan Khusus (ÖKK) di Ankara pada malam 15 Juli 2016, Aksakallı menolak tunduk. Ia berhasil lolos dari upaya penyanderaan terhadap dirinya dan mengoordinasikan perlawanan dari luar markas.
  • Perintah kepada Ömer Halisdemir: Aksakallı memberikan perintah langsung via telepon kepada ajudannya, Sersan Mayor Senior Ömer Halisdemir, untuk menembak mati Brigadir Jenderal Semih Terzi (salah satu jenderal pemimpin faksi kudeta) yang mencoba merebut markas ÖKK. Halisdemir berhasil mengeksekusi perintah tersebut sebelum akhirnya gugur ditembak oleh tentara pro-kudeta. Tindakan ini dianggap sebagai salah satu titik balik utama yang menggagalkan strategi para pelaku kudeta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. pantesan turki jd anggota NATO, No Action Talk Only, banyak bacot, satu peluru pun gak ada yg ditembakan ke israhell malah jual minyak ke gas k3 israhell, sama kayak pemimpin aeab laennya omdo kelen semua, tapu tanpa malu sedikitpun memfitnah kalo kubu perlawanan zionis iran cs lg bersandiwara dgn zioni unt menghancurkan islam sementara yg memfitnah sibuk main belakang sm zionis ktn mereka sama2x sepupu tulen yahudi wahabi tanduk setan dr nejd

  2. Mereka, para pemuja, zindiq, syiah rafidhah imamiyah itsna asyariyah Iran, sangat membenci Turki (otoman), karena mereka pernah dipecundangi, dipermalukan oleh kesultanan utsmaniyah (suni) bbrp kali, mengalahkan dan mempermalukan dinasti² zindiq syiah Iran, spt terusirnya, mereka, dari Suriah, dg terhina.
    Tunjukan, satu saja, ulama salaf, dalam kurun waktu, lima abad pertama hijriyah, yg menyatakan, zindiq, syiah rafidhah imamiyah itsna asyariyah, yg saat ini mayoritas di Iran, bagian dari islam. Hanya biksu² syiah kontemporer (mutaakhirin) dan suni keblinger, yg berani menyelisihinya. Penanda tangan “Risalah Amman”, kalau benar spt itu, jadi Risalah orang² tolol, walau akhirnya, banyak yg taubat.