Ah dasar penjilat…

✍️Abu Hanifah Yasin

Para wanita yang menjabat sebagai menteri: Ada Sri Mulyani (mantan Menkeu), Mutia Hafizh (menteri aktif saat ini, Menkomdigi), Rini Widyantini (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara), Widiyanti Putri Wardhana (Menteri Pariwisata), Arifatul Choiri Fauzi (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).

Banyak Gubernur, Bupati, hingga Camat adalah perempuan. Ketua DPR kita juga perempuan yaitu mbak Puan anaknya Megawati. Megawati sendiri pernah menjabat Presiden Indonesia.

Mengapa mereka mengarahkan perintah kepada wanita agar berada di rumah hanya kepada seorang mahasiswi?

Sementara Presiden wanita, ketua DPR wanita, menteri wanita, Gubernur wanita, Bupati wanita mereka diamkan dan mereka anggap sebagai ulil amri?

Padahal kebanyakan pejabat mereka mencampakkan hukum Allah dan memproduksi atau mendukung hukum-hukum jahiliyyah?

Si mahasiswi masih memakai kerudung, sedang mbak Puan dll? Si mahasiswi hanya demo anggaplah itu dosa, sedangkan mbak Puan dll? Kok bisa-bisanya tahdzir hanya dialamatkan kepada si mahasiswi yang mencoba pro rakyat?

Btw, ada dua kepala daerah wanita di Provinsi Raiu yaitu Bupati Bengkalis (Ibu Kasmarni) dan Bupati Siak (Ibu Afni Zulkifli).

Lebih bagus admin akun “Muslimah Peduli Riau” ini melancarkan protes keras ke dua emak-emak yang seharusnya di rumah dan bersolek tentunya, mending di rumah malah mengurus Kabupaten.

Ah dasar penjilat…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

    1. mending “setengah”,,,,,
      masih ada “mikir2-nya”,,,,
      L.O.L

      mereka itu “males (ogah) mikir”,,,
      makanya jadi GOBLOK dan tersesat…..
      L.O.L

  1. jadi di rumah aja woiii… tolol
    Fatimah gak usah kuliah… jangan kemana mana… nunggu sampai dilamar orang.

    sok bijak…sok paten

    terakhir jadi ketahuan Bahlil