Penerjemah ber Niqab yang bikin heboh

🇸🇾 Penerjemah wanita asal Suriah yang mengenakan niqab turut serta dalam delegasi Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani ke Pakistan, dan entah mengapa hal itu saja sudah cukup membuat kaum liberal bereaksi heboh luar biasa.

Dia berada di sana karena memiliki pendidikan, keterampilan, dan profesionalisme yang membuatnya layak menjadi bagian dari delegasi tingkat menteri luar negeri.

Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad Al-Shaibani, melakukan kunjungan resmi kepada Perdana Menteri Pakistan, Muhammad Shehbaz Sharif, pada hari Kamis, 20 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Perdana Menteri di Islamabad, Pakistan. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja resmi dua hari al-Shaibani ke Pakistan atas undangan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar. Peristiwa ini juga mencatatkan sejarah sebagai kunjungan pertama seorang menteri luar negeri Suriah ke Pakistan dalam kurun waktu 19 tahun terakhir.

Profil Menlu Suriah

Asaad Hassan al-Shaibani adalah Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah dalam pemerintahan transisi yang dibentuk setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad. Ia mulai menjabat pada 21 Desember 2024 di bawah kepemimpinan Presiden Ahmed al-Sharaa. Al-Shaibani dikenal sebagai diplomat muda independen yang ditunjuk untuk memulihkan hubungan internasional Suriah yang baru.

Informasi Pribadi & Pendidikan

  • Kelahiran: Tahun 1987 (usia 38–39 tahun) di Abu Ra’asin, Al-Hasakah, Suriah.
  • Latar Belakang Suku: Berasal dari keluarga Arab Muslim Sunni dari suku Bani Syaiban.
  • Pendidikan Sarjana: Lulusan Universitas Damaskus (2009) di bidang Bahasa dan Sastra Inggris.
  • Pendidikan Pascasarjana: Meraih gelar Master (2022) dan menempuh program Doktoral (hingga 2024) dalam bidang Ilmu Politik dan Hubungan Internasional di Universitas Istanbul Sabahattin Zaim, Turki. Ia juga menyelesaikan tahap akhir program MBA dari universitas di Amerika Serikat.

Karier & Peran Politik

  • Aktivisme: Bergabung dengan gerakan revolusi Suriah pada tahun 2011 dan aktif dalam upaya kemanusiaan di wilayah barat laut Suriah.
  • Pemerintahan Keselamatan: Terlibat dalam pendirian Pemerintah Penyelamatan Suriah (Syrian Salvation Government) dan terafiliasi dengan faksi oposisi sebelum beralih menjadi tokoh politik independen pada tahun 2025.
  • Kebijakan Luar Negeri:
    • Menjadi pejabat tinggi Suriah pertama yang mengunjungi Rusia pascarezim Assad.
    • Menjadi pejabat Suriah pertama yang berkunjung ke Amerika Serikat dalam 25 tahun terakhir untuk membahas pencabutan sanksi dan kerja sama internasional.
    • Mengembalikan 21 diplomat profesional yang sempat membelot selama masa konflik rezim terdahulu demi memulihkan kompetensi diplomatik negara.
    • Menandatangani perjanjian formal pembukaan hubungan diplomatik baru dengan Korea Selatan pada April 2025.
    • Terlibat aktif dalam diplomasi regional, termasuk pertemuan keamanan lintas negara di Paris serta konferensi Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS di Riyadh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar