Kepala Keamanan Iran memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak bergabung dalam perang ekonomi AS

Kepala Dewan Keamanan Nasional Agung Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, memberikan peringatan keras kepada negara-negara tetangga di kawasan Teluk agar tidak ikut serta dalam sanksi ekonomi yang digagas oleh Amerika Serikat.

Dalam wawancara perdananya dengan stasiun televisi pemerintah IRIB, Rezaei menegaskan bahwa negara mana pun yang mendukung tekanan ekonomi AS akan dianggap sebagai musuh dan kepentingannya akan dijadikan target pembalasan oleh Teheran.

Pernyataan keras ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana operasi ekonomi paling menghancurkan untuk mengisolasi Iran secara finansial.

Berikut adalah poin-poin penting dari peringatan yang disampaikan oleh Iran:

  • Ancaman Jalur Minyak: Rezaei menyatakan bahwa jika negara tetangga bergabung dengan AS, Iran tidak akan membiarkan setetes minyak pun keluar dari Teluk Persia dan Selat Hormuz. Teheran juga mengancam akan menargetkan rute pengiriman minyak alternatif di luar selat tersebut.
  • Status Selat Hormuz: Iran menegaskan kembali kendalinya atas Selat Hormuz. Pihak Teheran menyatakan jalur air tersebut tidak akan dibuka secara bebas sebelum Washington mengubah perilakunya. Iran juga berencana mengenakan biaya lintas bagi kapal yang lewat.
  • Tindakan Balasan Setimpal: Pemerintah Iran memastikan akan mengambil tindakan tit-for-tat (seismic/setimpal) demi melindungi kepentingan ekonominya. Pihak luar diminta tidak menguji kesiapan militer Teheran dalam menghadapi eskalasi berikutnya.

Sumber: AL JAZEERA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. Setelah perang menggunakan senjata tak berhasil menundukkan Iran bahkan semakin kuat , maka negara setan besar merubah strategi dgn perang ekonomi. Mereka lupa Iran diembargo 47 tahun mampu bertahan hidup malah semakin kuat militernya.

  2. Jahanam laknatullah majusi syiah imamiyah Iran, menampakan kebenciannya thd Islam dan Arab. Karena ulah mereka, membabi buta menyerang negara² Islam Arab (teluk), kesombongannya, mau menguasai selat Hormuz,
    negara² Arab, mengalah, membuat pipa minyak dari
    Timur ke Barat (laut merah), sekarang si jahanam Iran, protes dan ngamuk atas pekerjaan tsb, aneh ? Itulah
    syiah rafidhah, mengikuti watak leluhurnya, yahudi, Abdullah bin Saba’

    🚨 Sama Dengan Luncurkan Rudal ke Iran

    Pada 22 Juli 2026, Iran memandang pipa minyak Timur-Barat Saudi sebagai ancaman eksistensial.

    Sekarang Iran mengakui bahwa mereka berada di balik mobilisasi proksi mereka di Yaman, milisi Houtsi.

    Haji Babaei, wakil ketua parlemen Iran, mengatakan hari ini dalam sebuah wawancara di televisi, bahwa negara-negara Teluk seharusnya tidak membangun pipa minyak karena hal ini akan membuat Selat Hormuz tidak signifikan (modyar).

    Dia menambahkan bahwa Iran menganggap pembangunan pipa-pipa ini oleh negara-negara Teluk “sama saja dengan meluncurkan rudal ke arahnya.”

    Dan bantuan AS dan Eropa kepada negara-negara ini, baik melalui pasokan minyak atau intelijen, juga “sama saja dengan meluncurkan rudal ke arah Iran.” Oleh karena itu, katanya, “kita harus mencegah mereka melakukan hal itu.”

    Aliansi Makkah: Dimensi Strategis untuk Perkuat Solidaritas Islam —> https://saudinesia.id/akhbar/aliansi-makkah-dimensi-strategis-untuk-perkuat-solidaritas-islam/

  3. Suriah, dikuasai Syi’ah Nushariyah, dibantu Rusia, biangnya Syiah Iran dan seluruh proxy syiah didunia, tumbang juga ‼️ Irak, dikuasai Suni, belum berhasil dikuasai syiah, bahkan jadi negara gagal (paria), tdk ada kepentingan umat Islam disana (ada berhala Najaf dan Karbala). Kalau syiah, berani ganggu Arab Saudi, yg sdh 100 th dikuasai Suni, camkan, demi Allah, setiap muslim, diseluruh dunia, bukan hanya jihad medsos, pasti akan hihad nyawa mempertahankan Al Haramain, hatta perang ratusan tahun. Kemungkinan, Suni Iran, akan bangkit dg nyawa melawan penguasanya. Akan terlihat mana zindiq, mana muslim tulen ‼️