Kasian juga lihat Presiden Prabowo

Saya melihat foto dan video Presiden Prabowo Subianto meninjau kebakaran hutan di Kalimantan Barat. Terus terang, terbit belas kasihan saya. Presiden yang sudah sepuh, berjalan menyusuri semak belukar, menegur sapa petugas pemadam kebakaran — yang dari pakaiannya adalah anggota militer.

Saya berkali-kali mengalami asap pekat akibat kebakaran hutan. Semuanya di wilayah Kalimantan. Dan, saya segera bayangkan bagaimana harus bernapas ditengah udara asap seperti itu. Agak bisa dikurangi kalau kita menggunakan masker.

Namun, presiden tidak menggunakan masker. Saya tidak tahu alasannya. Mungkin juga karena politik. Dia harus tetap memperlihatkan postur tahan banting. Masker adalah tanda kelemahan. Pikiran yang salah.

Presiden menggunakan masker untuk perlindungan dirinya. Hampir pasti, ketika hutan terbakar, penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akan muncul. Masker mengurangi resiko ISPA. Dan, presiden seharusnya memberikan contoh.

Tidak ada gagah-gagahan disini. Ini adalah soal kesehatan yang sederhana. Melindungi diri. Memberikan contoh. Dan, contoh itu akan melindungi rakyat — yang menurut janjinya akan dia lindungi dengan jiwa raganya.

Melindungi rakyat tidak perlu dengan hal-hal besar. Yang kecil tapi esensial itu perlu sekali. Bila perlu, presiden mengirim masker ke daerah bencana asap dan tabung-tabung oksigen. Hampir pasti di setiap ada bencana asap ada bayi atau orang tuan yang meninggal karenanya.

Saya bisa mengerti kalau politisi omong besar, bikin visi yang bersinar lebih kuat dari matahari, atau mimpi hingga ke galaksi sebelah. Namun kadang kebanyakan ide besar itu membuat lupa akan hal-hal kecil yang esensial.

Seperti menangani kebakaran hutan. Bukankah sangat mengherankan bahwa wilayah yang selalu didera oleh kebakaran hutan ini tidak punya pesawat pemadam kebakaran yang memadai?

Ini bukan ide orisinal saya. Sebuah unggahan media sosial menyebutkan ini. Yang diacu adalah pesawat CanadaAir CL-145. Ini adalah pesawat amfibi yang sanggup menyedot air sebanyak 6.000 liter dalam waktu 12 detik.

Tipe terbaru pesawat ini dikembangkan oleh perusahan Viking Air yang membeli CanadaAir ini pada 2016. Sehingga namanya kadang dikenal juga dengan Viking CL-415EAF (“Enhanced Aerial Firefighter”).

Harganya? Tidak seberapa untuk negara sebesar dan sekaya Indonesia. Satu pesawat harganya Rp 475 milyar dengan kurs saat ini.

Untuk memberikan Anda sebuah perspektif, uang yang ditemukan di rumah bekas Jampidus Febrie Adriansyah kalau dirupiahkan itu ada sekitar Rp 476 hingga Rp 560 milyar. Itu belum termasuk 74 kg emas.

Jika satu pejabat bisa punya kekayaan sebanyak itu, mengapa negara sebesar Indonesia ini tidak bisa punya pesawat bom air untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan?

Itulah sebabnya saya jatuh kasihan pada Presiden Prabowo yang ketika meninjau kebakaran hutan dan berjalan di semak-semak. Ketika menyalami petugas pemadam kebakaran, ada suara yang terdengar. Jelas sekali itu suara mesin pompa air dua tak! Mesin dua tak untuk memadamkan kebakaran hutan!

Ini tentu sangat kontras dengan apa yang selalu diucapkan oleh Presiden, yang selalu mengutip angka-angka besar! Tapi untuk memadamkan kebakaran hutan, kita hanya punya mesin dua tak, Sodara-sodara!

Saya berikan perspektif lain lagi. Dari beaya 300 kuda Warmblood kita impor dari Jerman dan ribuan merpati yang kita kirabkan dan lepas pada perayaan HUT RI ke 81 kemarin, mungkin kita bisa sewa beberapa pesawat seperti ini.

Kita jelas butuh pesawat pembom air. Bukan kuda untuk kemegahan upacara. Kita butuh masker untuk melindungi anak-anak kita, bukan ribuan merpati putih.

Kalau boleh sedikit sinis, pemerintahan kita sekarang ini memang jalannya persis seperti pompa air dua tak yang hendak memadamkan kebakaran hutan! 

(MADE SUPRIATMA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Babi modelan gini tak pantas dikasihani dia makmur sjak lahir yg wajib di kasihani adalah rakyat kecil yg buat makan aja sesak nafas ditambah lg kabut asap tambah sesak nafasnya

  2. gimmick doang. klo beneran niat coba beli armada pesawat & helikopter water bomber, siagakan di pulau² dgn resiko karhutla tinggi. terus cabut izin & sita aset korporassi yg terbukti bakar hutan. jgn omon doang

  3. Junjungan beserta GEROMBOLAN TerMul dan TerWo koor bareng:

    Hai antek-antek asiiinggg…‼️
    Pesawat Pembom Air tidak kami perlukan. Karena kami sayang, cinta, peduli kepada masyarakat dan generasi muda, yang kami perlukan saat ini adalah:
    1. MBG
    2. KMP
    3. Sekolah Rakyat
    dan masih banyak lagi tahu‼️
    Paham kalian hai antek-antek asing ⁉️