Dalam sebuah pidato di Museum Gush Katif di Yerusalem Barat, Kepala Rabi Israel David Yosef menyangkal keberadaan bangsa Palestina dan menyatakan bahwa mereka “tidak memiliki hak apa pun”.
Ia juga mengklaim Gaza dan kota-kota di Tepi Barat yang diduduki sebagai wilayah bagi orang Yahudi, serta menyerukan penghancuran Gaza dan pembangunan permukiman Yahudi di sana.
Kepala Rabi Israel, David Yosef, memicu kecaman luas setelah menyampaikan pidato kontroversial di Museum Gush Katif, Yerusalem Barat. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa “tidak ada yang namanya bangsa Palestina” dan mengeklaim mereka “tidak memiliki hak” atas tanah tersebut. Ia juga menegaskan klaim Yahudi atas seluruh wilayah Gaza serta kota-kota di Tepi Barat yang diduduki.
Kutipan penting dan poin utama dari pidato tersebut meliputi:
- Penolakan Identitas Palestina: Rabi Yosef menyebut warga Palestina sebagai “massa” (mob). Ia menyatakan secara eksplisit, “Mereka mengeklaim sebagai bangsa Palestina, tetapi mereka bukan sebuah bangsa. Mereka tidak pernah menjadi sebuah bangsa, dan mereka tidak memiliki hak. Hak adalah hak kami.”
- Klaim Wilayah Tepi Barat dan Gaza: Ia menyatakan kekuasaan penuh atas wilayah pendudukan dengan mengatakan, “Gaza adalah Tanah Israel, Gaza adalah milik kita, Nablus adalah milik kita, Jenin adalah milik kita, semuanya adalah milik kita.”
- Seruan untuk Pemukiman Kembali: Ia menyerukan “penebusan” agar umat Yahudi dapat kembali membangun pemukiman di Gaza.
Pidato dari pemimpin spiritual tertinggi Israel ini memicu reaksi keras secara global. Mereka menilai retorika tersebut bersifat mendehumanisasi bangsa Palestina dan menormalkan pembersihan etnis di tengah konflik yang masih terus berlangsung. Pengamat internasional juga menyoroti bahwa pernyataan ini sejalan dengan meningkatnya dorongan dari politisi sayap kanan Israel untuk memperluas pemukiman ilegal di tanah Palestina.
[VIDEO]








Gak kagetlah sama apa yg diomongi bangsa kera ini , bentar lagi dia ngomong dunia ini pun punya dia. Tuhan aja dibilang miskin sama dia…
sampai akhir zaman, jahanam zionis penjajah, tdk akan pernah menikmati kedamain. sehebat apapun, persenjataan, terutama, pesawat tempur, pasti akan luluh lantak, kalau negara² Arab Suni, secara serentak, menggunakan rudal balistik hipersonik dan drone canggih, yg mudah dibuat. jangan mengkhayal, perang yon kipur 73, sekarang, senjata penghancurnya, mudah dibuat. hanya ada satu²nya cara, pilian damai, tetima Prakarsa Arab 2002, berdirinya negara Palestina, dg ibu kota, Jerusalem Timur, sesuai perbatasan 1967. setuju ?
realitasnya Negara arab jadi kacung amreika dan israel….gemana ji biji….tapi itukan majikan loh….bani suud…
lu sendiri bilang “zionis penjajah tdk akan pernah menikmati kedamaian”,,,,
kok malah diajak damai, dan dikasih tempat (kekuasaan) di atas tanah jajahan, bukannya diperangi dan diusir….!?
GOBLOK lu Li….
L.O.L
lupa ya …dulu ente adalah gembel2 yg diterima dan ditampung bangsa palestina setelah dikejar2 pasukan tentara Hitler
nenek moyang dia dulu disuruh untuk berperang lawan bangsa filistine kafir penyembah berhala tak berani, kini para penyembah setan 👿 ini menginginkan Palestina setelah tak punya negara lagi
tolol kaum kera datang nga pakai baju ditolong malah maling