Oleh: Erizal
Seperti bencana di Sumatera, Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat, menenteng bantuannya sendiri untuk korban bencana gempa di NTT. Jumlahnya 4,5 Miliar. Terpere-pere dia menenteng bantuan yang entah sebanyak itu dalam bentuk pecahan tunai. Semuanya pecahan 100 ribu, mungkin. Sebab, kalau pecahan 50 ribu, maka akan ada dua koper yang akan ditentengnya.
Tanpa ada protokoler, tanpa banyak cincong di media sosial, apalagi menyindir pemerintah pusat yang tak sigap sebagai pihak yang sok hebat, sok paling peduli, menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk saling membantu; entah sebagai apa dia menghimbau itu; KDM langsung saja berangkat membawa sendiri bantuannya. Walikota Depok ikut bersamanya ke NTT.
Dulu waktu bencana longsor di Sumatera, khususnya di Sumatera Barat, KDM juga melakukan hal yang persis sama. Ia belanja dengan uang yang dibawanya sendiri ke pasar. Membeli kebutuhan para korban bencana dan membawanya langsung dengan mobil Truk yang juga disewanya. Korban bencana terbantu dan masyarakat (pedagang) juga terbantu dengan belanjaannya itu.
Wajar saja, elektabilitas KDM melampaui Prabowo, berdasarkan hasil survei SMRC, dengan gayanya yang seperti itu. Tidak saja tepat, pas, dan cocok, tapi juga sangat menyentuh ke ulu hati masyarakat. Seperti biasa, KDM menyertakan kamera di sampingnya. Dan video dan narasi yang disampaikan selalu natural, tak seperti dibuat-buat, meski memang sengaja dibuat.
Misalnya, KDM memberi uang sopir mobil rental yang disewanya. Tidak sekaligus, tapi dicicil. Uang buat istri, buat sewa mobil, dan terakhir uang saku “sang sopir”. Jadilah, ketiban rezeki nomplok “sang sopir” itu. Sekali lagi, sadar kamera, sengaja dibuat, tapi KDM pas sekali membawakannya. Beda dengan tokoh-tokoh lain. Tidak ada lawan.
KDM memang beda. Kalau ada jauh mengatakan KDM adalah Mulyono Jilid Dua, itu jauh sekali. KDM produk pemimpin zaman sekarang, yang memang cocok tidak saja untuk anak-anak zaman sekarang, tapi juga untuk anak-anak di masa lalu. Generasi Z, Y, atau lebih di belakang lagi dari itu, yang saat ini masih hidup dan masih mengamati fenomena sosial-politik di negeri ini. Semoga saja KDM sehat selalu dan panjang umur.
–FB–







Coba cek angka kemiskinan, pengangguran, tingkat pendidikan, dll … KlJawa Barat msh yg terendah utk 10 propinsi terbesar, begono kok dielu2kan, rakyat sendiri diabaikan