Persis duduk di samping Jokowi, Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Pro-Jokowi, berbicara tentang kemungkinan terjadinya percepatan Pemilu 2029, seperti dulu percepatan Pemilu 1997 ke Pemilu 1999, di mana tahun 1998 Presiden Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden Republik Indonesia.
Waduh.
Artinya, Budi Arie memprediksi–ia mengklaim sebagai aktivis yang punya insting aktivis—bahwa Presiden Prabowo akan mengalami situasi seperti yang dialami Presiden Soeharto. Bahkan, Budi Arie bertanya kepada para audiens, apakah siap dengan situasi itu? “Siap,” jawab audiens penuh semangat.
Semangat betul mantan Menteri Koperasi yang direshuffle September tahun 2025 lalu ini, bicara tentang kemungkinan Presiden Prabowo mundur atau dimundurkan di tengah jalan. Budi Arie pakai diksi “gerak sejarah”, “patahan sejarah”, yang tak banyak diketahui orang, tapi insting aktivisnya mengatakan seperti sedang mengarah ke situ.
Bahkan, Budi Arie mengatakan potensi terjadinya peristiwa 98 bukan tidak ada, tapi sangat besar. Ia mencontohkan demo masyarakat Pati ke Jakarta saat ini, dan demo tandingan masyarakat Madura, dan disamakan dengan Pamswakarsa dulu. Artinya, pernyataan Budi Arie ini, belum lama ini dinyatakan.
Jokowi yang berada di samping Budi Arie sampai meneguk teh yang ada di depannye mendengarkan pernyataan Budi Arie yang berapi-api dan sok paten itu. Entah di mana acara itu diadakan? Apakah di Solo rumah Jokowi, atau di tempat lain? Kok, bisa video itu bocor? Atau malah, sengaja dibocorkan?
Sulit dibedakan, apakah Budi Arie sedang menciptakan kondisi seperti 1998 saat ini? Ataukah hanya sekadar menunggangi keadaan yang terjadi saat ini? Kalau sekadar menunggangi, maka situasi saat ini jauh sekali bedanya dengan situasi 98. Tapi, kalau sedang menciptakan kondisi, kenapa harus disampaikan di depan Jokowi? Masih harus dilihat situasi berikutnya ke depan.
Saat ini, apa yang kita lihat belum tentu begitulah kenyataannya. Dan sebaliknya, kenyataan yang kita lihat, belum tentu juga itu yang sebenar-benarnya terjadi. Tapi, satu yang pasti, orang yang pernah berkuasa, sebisa mungkin akan tetap berkuasa apa pun caranya, selagi ia bisa meraih kekuasaan itu.
(ERIZAL)







kadrun diam2 bersekutu dg oslo dan fufufafa buat melapiaskan kebenciannya kpd bowo?
itu kan angan2nya kadrun aja bakal ada revolusi , padahal ada revolusi jg bukan capresnya kadrun yg gantiin wowo ngoahahahaaha