Video Budi Arie Sengaja Dibocorkan

✍️ERIZAL

Menonton talkshow Kompas Petang, KompasTV sore kemarin, yang menghadirkan Sekjen Projo, Freddy Alex Damanik, dan peneliti senior BRIN, Siti Zuhro, saya kok jadi menduga bahwa video Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, di samping Jokowi, yang viral hari ini, bukan bocor, tapi justru sengaja dibocorkan.

Ini terlihat dari pernyataan Freddy Alex Damanik, hingga dua atau tiga kali, yang menyatakan bahwa sayang sekali video itu bocor, tanpa reaksi yang kaget atau berlebihan, seolah-olah dia sudah siap, kalau nanti diundang oleh media (TV) apa yang seharusnya ia sampaikan. Ia malah terlihat happy ber-talkshow ria di KompasTV sore ini.

Tak sedikitpun Freddy Alex Damanik mengecam, apalagi mengancam akan memproses hukum sebagaimana dalam kasus lain, pihak yang sengaja membocorkan diskusi, yang berkali-kali disebutnya sebagai diskusi internal. Apalagi video yang beredar itu posisinya persis di depan Budi Arie dan Jokowi. Artinya, bukan pihak dari tamu yang tak diundang, yang biasanya duduk di pojok kiri atau kanan.

Kalau sengaja dibocorkan, maka kira-kira apa motifnya? Tentu mereka sendiri yang tahu. Dan bukan mustahil itu sudah sepengetahuan Jokowi pula. Kalau nanti diperlukan, bisa jadi video utuhnya akan dibuka, yang menggambarkan bahwa mereka bukan sedang merencanakan sesuatu, tapi malah mengantisipasi sesuatu. Tapi, saat ini masih terlalu awal untuk membuka video rekaman itu secara utuh.

Saya hanya menduga tiga motif saja, kalau benar video rekaman Budi Arie Setiadi itu sengaja dibocorkan.

Pertama, untuk pengalihan isu, terutama sayembara ijazah SMA Wapres Gibran, yang dilancarkan oleh Denny Indrayana, yang semakin mendapat sambutan luas. Isu ini perlu dipecah dengan memunculkan isu baru, yang lebih panas, menjelang demo masyarakat Pati, 27 Agustus, besok.

Kedua, untuk bargaining (tawar-menawar) politik dengan pihak tertentu (istana) terkait politik Gibran dan Jokowi di masa depan. Ini adalah saat yang tepat, di mana tingkat ketidakpuasan masyarakat terus menurun terhadap pemerintahan. Presiden Prabowo saat ini butuh penopang, bukan lagi penentang.

Ketiga, seperti kasus-kasus lainnya, agar terus dibicarakan. Sebab, semakin terus dibicarakan, semakin sering tampil, maka dianggap politik Jokowi dan relawannya, akan semakin relevan dan dibutuhkan masyarakat. Bukan mustahil, ini juga pra-kondisi untuk berkunjung ke daerah lain, setelah sebelumnya ke Lampung dan NTT, agar ditunggu-tunggu kehadirannya di daerah berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. TETAP SEMANGAT DALAM KEBODOHAN ‼️‼️‼️

    Mereka ini sebenarnya adalah kaum MUNAFIK islamophobia‼️

    Ini dia Makhluk anggota gerombolan TerMul dan TerWo yang ber IQ dibawah IQ anggota gerombolan TerMul dan TerWo lainnya:
    1. Enzot Fernandez pemain tarkam TERGOBLOK sedunia
    2. Judi Belingham ST, M.Si (Semakin Tolol, Makin Sinting)
    3. Lionel SukaONANI
    4. Anonim TerWo (Akal Nol, Otak miNim, Ternak GendruWO Wowo)

    Ngoahahaha…😝😂😜🤣