Mantan Perwira Intelijen CIA John Kiriakou: “Ada 10.000 dokumen pembunuhan JFK yang tidak akan pernah dirilis—karena setiap dokumen tersebut secara langsung mengarah pada Israel”

John Kiriakou, seorang mantan perwira intelijen CIA, mengatakan:

“Seorang teman dekat presiden memberi tahu saya bahwa ada 10.000 dokumen terkait pembunuhan JFK yang tidak akan pernah dirilis—karena setiap dokumen tersebut secara langsung mengarah pada Israel.

Israel marah karena JFK menolak memberikan teknologi nuklir kepada mereka dan secara aktif berupaya mencegah mereka memperolehnya. Jadi, mereka memutuskan untuk melenyapkannya.”

Pernyataan tersebut berasal dari mantan perwira CIA John Kiriakou dalam wawancara di Michael Franzese Podcast.

John Kiriakou adalah seorang mantan perwira intelijen Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), jurnalis, dan pembocor rahasia (whistleblower) yang terkenal karena membongkar program penyiksaan resmi pemerintah AS pasca-tragedi 11 September (9/11).

Kiriakou bekerja di CIA selama 14–15 tahun sebagai analis dan perwira operasi. Atas dedikasinya selama bertugas, ia sempat menerima 10 Penghargaan Kinerja Luar Biasa (Exceptional Performance Awards) dari CIA.

Berikut adalah fakta-fakta penting terkait klaim tersebut:

  • Informasi Pihak Kedua: Kiriakou menegaskan bahwa informasi ini didapatkan secara tidak langsung dari seseorang yang ia sebut sebagai orang dekat atau kepercayaan Presiden Donald Trump.
  • Konteks Hubungan JFK dan Israel: Spekulasi ini dikaitkan dengan penentangan keras Presiden John F. Kennedy di masa lalu terhadap program senjata nuklir Israel di reaktor Dimona pada tahun 1963.

Presiden AS John F. Kennedy (JFK) memang merupakan salah satu penentang keras program nuklir Israel pada awal tahun 1960-an. JFK sangat khawatir bahwa ambisi nuklir Israel di fasilitas nuklir Dimona akan memicu perlombaan senjata berbahaya (proliferasi nuklir) di wilayah Timur Tengah.

Karena kerasnya sikap JFK menentang proyek senjata tersebut, muncul berbagai spekulasi dan teori yang mengaitkan pembunuhan JFK pada November 1963 dengan dinas intelijen Israel (Mossad).

Isu ini kembali mencuat ke publik setelah mantan anggota Kongres AS, Marjorie Taylor Greene, membuat unggahan di media sosial yang mengaitkan kematian JFK dengan sikap anti-nuklir Israel-nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *