Mantan Ibu Negara AS, Hillary Clinton, menyampaikan kritik keras terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Hamptons Institute di New York pada hari Senin, 24 Agustus 2026 malam waktu setempat.
Dalam acara diskusi yang diselenggarakan oleh Hamptons Institute di East Hampton, New York, mantan Menteri Luar Negeri AS tersebut menyatakan bahwa kebijakan dan kepemimpinan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah sangat merusak internal Israel serta memperburuk persepsi masyarakat dunia terhadap negara tersebut.
Hillary Clinton menegaskan bahwa Netanyahu telah merusak citra global Israel. Ia menyatakan,
“Tidak boleh ada keraguan di benak siapa pun tentang betapa seriusnya Netanyahu telah merusak Israel. Dan kedua, (buruknya) persepsi masyarakat (terhadap Israel) tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi di seluruh dunia terhadap Israel, dan hal itu harus diperbaiki.”
Hillary benar. Tapi dia melewatkan intinya. Kerusakan itu bukan persepsi. Itu kenyataan. Genosida. Pembersihan etnis. Itu kenyataan.
Netanyahu tidak merusak citra Israel. Dia hanya menunjukkan kepada dunia apa itu Israel.
[VIDEO]
*PERLU DICATAT: Hillary Clinton adalah pendukung negara Israel. Dia hanya tidak sejalan dengan Netanyahu. Ia menegaskan bahwa seseorang bisa menentang keputusan pemerintah Netanyahu sekaligus tetap mendukung keberadaan dan hak perlindungan negara Israel.
Hillary Diane Rodham Clinton adalah salah satu tokoh politik wanita paling berpengaruh dalam sejarah modern Amerika Serikat. Anggota Partai Demokrat ini telah menorehkan sejarah sebagai wanita pertama yang memenangkan nominasi presiden dari partai politik besar di AS pada Pemilu 2016.
Rekam Jejak Karier Politik
- Menteri Luar Negeri AS ke-67 (2009–2013): Memimpin diplomasi Amerika Serikat di bawah masa pemerintahan Presiden Barack Obama.
- Senator AS Perwakilan New York (2001–2009): Menjadi satu-satunya Ibu Negara AS pertama yang berhasil memenangkan kursi di badan legislatif.
- Ibu Negara Amerika Serikat (1993–2001): Mendampingi suaminya, Presiden ke-42 AS, Bill Clinton.
- Kandidat Presiden AS (2016): Memenangkan suara rakyat (popular vote) dengan selisih hampir 3 juta suara, meskipun akhirnya kalah dalam perhitungan Electoral College dari Donald Trump.
Aktivitas Terkini
Hillary Clinton tetap aktif dalam dunia advokasi publik melalui yayasan keluarga serta vokal menyuarakan isu-isu demokrasi, hak-hak perempuan, dan kesehatan lewat akun media sosialnya seperti Hillary Clinton di X. Pada awal tahun 2026, ia dan Bill Clinton juga memenuhi panggilan Kongres AS untuk memberikan kesaksian dalam investigasi tertutup terkait kasus hukum masa lalu yang melibatkan mendiang Jeffrey Epstein.







jangan ikut arus opini, seolah2 semua yang terjadi di gaza adalah perbuatan satu orang, yaitu si setanyahu. siapapun yang jadi pemimpin zionis atau asu, dia akan bekerja sesuai dengan ideologi negaranya yaitu penjajahan.
menyalahkan hanya seorang setanyahu adalah opini yang menyesatkan untuk mengalihkan persoalan sebenarnya yaitu penjajahan.
menangkap dan menghukum setanyahu saja tidak akan mengakhiri penajahan atas palestina.
solusi palestina hanya satu, usir zionis dari tanah kaum muslimin /palestina. dan kita tidak bisa mengharapakan itu terwujud selama penguasa2 negeri muslim adalah para pelayan penjajah.
hanya khilafah satu2nya solusi untuk kemerdekaan umat islam dari segala jenis penjajahan, dan sejarah telah membuktikan.