Info valid dari aktivis buruh Bung Iyut @kafiradikalis di X:
Ok, ini update final terkait demo Kamis 27 Agustus 2026:
Setelah telponan sama beberapa organisatoris ojol sampe dini hari ini…
1. Ada gerakan massa anorganik (massa bayaran) dari beberapa lokasi di Jakarta, mostly dari kantong² lokasi yang mashyur sebagai “produsen” massa berbayar.
2. Terlihat jelas bahwa aksi massa akan coba diupayakan berlanjut hingga besok Jumat untuk memanfaatkan momentum demo ojol peringatan tewasnya (alm) Affan (yg dah diganti jadi tuntutan ratifikasi ILO 193).
3. Pola demo beruntun 2 hari tsb benar² memanfaatkan “kebetulan” momen ojol yakni soal menagih janji Perpres no 27 soal tarif ojol yg sekalian akan diluapkan pada tgl 27 Agustus hari ini.
Lalu besok tgl 28 Agustus sekalian untuk memperingati 1 tahun tragedi Affan Kurniawan (28 Agustus 2025)

Di sini tercipta “simbiosis mutualisme”. Massa Pati yang jumlahnya sedikit amat butuh massa Ojol yang jumlahnya berlimpah. Sementara massa Ojol butuh semacam momentum arena pelampiasan akibat realisasi semu Perpres 27 tentang tarif ojol yang dah diucapkan oleh Presiden Prabowo hampir 4 bulan lalu saat peringatan hari buruh Mayday.
4. Teknik mancing massa dengan massa dari “simbiosis mutualisme” tsb pada 27 Agustus hari ini diharapkan membuat elemen massa lain seperti buruh/mahasiswa/dsb (yg muak terhadap rezim) untuk tergerak turun pada tgl 28 Agustus besok di mana massa ojol sudah punya agenda demonstrasi. Tercipta estafet demo, persis seperti tahun lalu. Diharapkan klimaks pada saat Jumat malam sampe Sabtu bahkan Minggu, jadi benar² identik mereplikasi peristiwa tahun lalu (Kamis-Minggu).
5. Menurut kawan² barusan (para organisatoris ojol) pas tadi telponan, semuanya punya opini seragam tentang kenapa aparat berlebihan merespon massa Pati yang jumlahnya sedikit, yakni kekhawatiran bahkan ketakutan para ojolers terpantik memori tragedi alm Affan Kurniawan tahun lalu yg mana itu juga dapat memicu netizen untuk bersatu turun ke jalan terutama masyarakat yg dah muak sama rezim.
6. Itu sebabnya parcok gak izinkan demo peringatan alm Affan Kurniawan, juga keterangan pihak keluarga alm yg juga menyatakan gak mau nama alm Affan dibawa².
Kawan² berkeyakinan ada pressure dari parcok kpd keluarga alm. Makanya kawan² ojolers pada akhirnya terpaksa ganti tuntutan soal ratifikasi ILO 93 pada besok Jumat 28 Agustus tepat 1 tahun peringatan tragedi alm.
7. Jadi momentumnya pagi ini, jika massa organik+anorganik jumlahnya bisa mencapai minimal 5 ribu orang sebelum jam 7 pagi, maka 99,99% bisa dipastikan demo bisa berlanjut sampai Jumat besok bahkan sampai Minggu dengan catatan tak ada Government Request pada Tiktok+aplikasi² Meta.
8. Kawan² para organisatoris ojol berpendapat sama di akhir poin 7 bahwa kalo pemerintah blokir sosmed+melarang media² untuk gak beritakan demo hari ini maka yah demo 27 Agustus gak akan lanjut sampai besok alias gagal klimaks.
Akibatnya, demo ojolers tgl 28 soal ratifikasi ILO 193 akan jadi demo tersendiri alias putus momen dengan demo 27 Agustus hari ini.
Dan kami meyakini 100% bahwa Government Request akan dilakukan terhadap Tiktok dan aplikasi² Meta (IG-FB-Thread) jika pagi ini sebelum jam 7 pagi massa yg berkumpul di depan gedung DPR (organik+anorganik) mencapai 5 ribu orang.
Sekian.
Dah yah, gw bobok dulu…Capek seharian kegiatan dari pagi sampai dini hari ini ini himpun informasi… (“,)





