Tak sekalipun Jokowi melirik Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, saat berbicara penuh semangat tentang kemungkinan percepatan Pemilu 2029 seperti video yang beredar luas itu.
Meski duduk di sebelahnya, dan Budi Arie melirik ke arah Jokowi, tapi Jokowi tidak membalas atau bereaksi atas lirikan Budi Arie itu. Apalagi, mengangguk sebagai bentuk persetujuan.
Entahlah, Jokowi sepertinya tahu video ceramah Budi Arie itu akan beredar luas, sehingga ia tak sedikitpun memberikan respon. Bahkan, setelah namanya disebut Budi Arie dan Budi Arie melirik kepada Jokowi seperti meminta persetujuan, tapi tetap tak direspon Jokowi. Bayangkan, kalau Jokowi membalas lirikan Budi Arie, apalagi mengangguk. Maka, tafsirnya bisa makin liar.
Saya mencatat ada empat gerak-gerik Jokowi saat mendengarkan ceramah Budi Arie seperti video yang beredar luas itu. Pertama, menggaruk hidung dekat sudut matanya. Kedua, meminum teh yang ada di depannya. Ketiga, mengelus-elus pipi kiri dan kanannya. Keempatnya, menggeser botol yang ada di depannya, dan seperti mencatat di atas meja dengan tangannya.
Sekilas memang tidak ada yang mencolok dari empat gerak-gerik Jokowi saat mendengarkan ceramah Budi Arie dari video yang beredar itu. Jokowi seperti tidak bereaksi, tenang, mematung, atau bergeming, dengan apa yang disampaikan Budi Arie, yang sesungguhnya bisa kontroversi ditafsirkan rekan politik sendiri. Meski Jokowi sudah tahu apa yang disampaikan Budi Arie.
Artinya, dengan kata lain, dari empat gerak-gerik Jokowi itu, sesungguhnya Jokowi juga gelisah mendengarkan ceramah Budi Arie itu. Jokowi seperti menunggu kapan ceramah Budi Arie itu akan selesai. Ia seperti membuat gerak-gerik yang tidak perlu, untuk menjaga tetap tidak bereaksi yang bisa menunjukkan persetujuannya. Pada tahap itu, daya tahan Jokowi mendengar harus diakui. Salah gerak, bisa jadi blunder.
(ERIZAL)






