Komisi Independen PBB: “Tentara Israel adalah salah satu yang paling kriminal di dunia”

“Tentara Israel adalah salah satu tentara yang paling kriminal di dunia,” kata Chris Sidoti, anggota Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB (COI) tentang Wilayah Palestina sejak perang Israel di Gaza dimulai.

Pernyataan tersebut diutarakan dalam konferensi pers di Jenewa pada 19 Juni 2024 saat memaparkan laporan komisi mengenai pelanggaran hukum internasional. Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung terhadap klaim berulang Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyebut Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebagai “tentara paling bermoral di dunia”.

Poin Utama di Balik Pernyataan Sidoti

  • Wewenang Hukum: Sidoti menegaskan bahwa ia tidak memiliki kapasitas untuk menilai moralitas, tetapi memiliki keahlian dan otoritas hukum untuk menilai perilaku kriminal berdasarkan bukti yang dikumpulkan.
  • Temuan Komisi: Laporan COI menyimpulkan bahwa otoritas Israel bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pemusnahan massal, penganiayaan berbasis gender terhadap pria dan anak laki-laki Palestina, pemindahan paksa, serta penyiksaan.

Pembaruan Investigasi Komisi PBB

Sejak pernyataan tersebut dibuat pada tahun 2024, Komisi Penyelidikan PBB terus merilis temuan lanjutan terkait konflik ini:

  • Tudingan Genosida: Dalam laporan dan paparan publik pada akhir tahun 2025, komisi ini menaikkan status temuannya dengan menyatakan bahwa operasi militer Israel di Gaza menunjukkan indikasi kuat tujuan genosida. Hal ini didasarkan pada kehancuran sistematis fasilitas publik serta pernyataan retoris dari para pemimpin politik Israel.
  • Fokus pada Anak-Anak: Pada laporan terbaru per Juni 2026, komisi merilis dokumen khusus bertajuk “The essence of childhood has been destroyed”. Dokumen ini mendokumentasikan dampak konflik terhadap anak-anak di Gaza, termasuk data puluhan ribu anak yang tewas, cedera, serta tuduhan penyerangan yang disengaja terhadap fasilitas neonatal dan pediatrik.

Pihak pemerintah Israel dan sekutu dekatnya, seperti Amerika Serikat, secara konsisten menolak temuan Komisi Penyelidikan PBB tersebut. Mereka menuduh komisi tersebut memiliki bias anti-Israel dan mengabaikan hak pertahanan diri Israel dari serangan terorisme.

Sumber: Al Jazeera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar