Jangan Teddy mulu yang didengarkan

Tidak sepatutnya Pak Prabowo, sebagai presiden yang memegang seluruh infrastruktur intelijen tercanggih di Republik Indonesia, malah memberi ancaman seperti ini.

Lawong kemarin mahasiswa (UBK) yang jelas-jelas mengaku dibayar untuk menggeser lokasi demo sudah diketahui siapa, kok.

Bila aparat sanggup membongkar transaksi sekecil itu (katanya dibayar Rp 20 juta), pembayar yang katanya menggerakkan ribuan orang mestinya jauh lebih mudah dilacak.

Lalu kenapa malah ngasih peringatan dan ancaman?

Tapi kalau ancaman ini ditujukan pada mahasiswa yang berdemonstrasi, lha, bukankah seharusnya tugas presiden adalah MENDENGARKAN WARGA?

Jangan Teddy mulu yang didengarkan. Dia tuli dengan suara warga Indonesia.

Seorang presiden punya BIN, punya kepolisian, punya akses pada apa pun yang ingin diketahuinya. Bila ia memang tahu siapa pembayar demonstrasi, jalannya sudah ada: panggil, periksa, hadirkan ke pengadilan, biar nama itu diuji di muka hukum.

Kalau yapping gini, kan, malah jadinya ancaman yang justru dilontarkan oleh pucuk pimpinan intelijen negeri ini kepada warganya? Masak presiden yang digaji dari keringat pajak warganya malah mengancam warganya?

Yang tahu merasa ditunjuk, yang tidak tahu jadi takut bersuara, yang mau menyuarakan aspirasinya jadi takut dianggap bayaran.

Gini amat presiden kita.

(Rumail Abbas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. bhuahahahaha…huahahahaha…kuakitas model inilah junjungan sekaligus sesembahannya ANONim ( Akal Nol, Otak miNim) gerombolan TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI itu‼️🤣😁😂😝