Sentilan Anies Baswedan: “Hukum yang Retak dalam Odyssey: Potret Indonesia”

“Hukum yang Retak dalam Odyssey: Potret Indonesia” adalah sebuah artikel opini/kolom yang ditulis oleh Anies Rasyid Baswedan dan diterbitkan di Majalah Tempo pada 30 Agustus 2026.

Dalam artikel tersebut, Anies menggunakan film fiksi ilmiah-epik terbaru karya sutradara ternama Christopher Nolan yang berjudul “The Odyssey” sebagai kacamata alegoris. Melalui utas resminya di media sosial, ia membagikan poin-poin refleksi kritisnya mengenai relevansi film tersebut dengan kondisi hukum dan politik di Indonesia saat ini:

  • Alegori Kekuasaan & Hukum: Anies menilai film The Odyssey besutan Nolan bukan sekadar cerita fiksi, melainkan sebuah bahasa visual tentang kekuasaan, keabsahan prinsip, rasa bersalah, dan harga dari sebuah kemenangan.
  • Potret Retaknya Hukum Indonesia: Melalui tulisan di Tempo.co, ia mengaitkan fragmen taktik “Kuda Troya” dalam film tersebut dengan situasi di Indonesia pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90 Tahun 2023, yang dinilai sebagai awal mula rusaknya tatanan dari dalam.
  • Kritik atas Alat Kekuasaan: Ia menyoroti bagaimana aspek-aspek penting seperti agama dan hukum kerap dibungkus serta dimanipulasi sekadar untuk menjadi alat mempertahankan kekuasaan.
  • Refleksi Moral Pemimpin: Melalui ulasannya, Anies menekankan pesan terdalam dari film tersebut: ujian terbesar bagi seorang manusia bukanlah bagaimana cara memperoleh kekuasaan, melainkan menjadi siapa kita setelah kekuasaan itu berhasil berada di tangan kita.

Artikel lengkap mengenai analisis politik dan hukum ini dapat dibaca oleh pengguna secara daring melalui platform digital Tempo Harian/Mingguan bagi yang telah memiliki akses berlangganan.

https://www.tempo.co/politik/odyssey-indonesia-hukum-retak-putusan-mk-2284484

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

    1. anda mau nya gimana jika begitu anies harus bagaimana supaya dipeduliin dan berguna bagi negara indonesia jika begitu mengapa bapak ketemu anies nya langsung sama negara juga suda bagaimana menurut anda negara kemiskinan banyak sekali mohon maaf.

  1. kritik yg bagus namun preferensi pribadi saya tetap saya milihnya utamakan fribumi dan seiman, terserah apa kota org mau sehebat apa si duo gabener dekai si pelubang jalan dan si ahoax