

“Kapolda Metro sebaiknya mundur saja kalau takut sama ormas preman,” cuit netizen X Padre @twilightslig.
Dugaan keterlibatan Hercules dan ormas GRIB Jaya dalam kerusuhan serta pengeroyokan pasca-demo 27 Agustus 2026 di Jakarta saat ini masih didalami oleh pihak kepolisian. Hingga kini, pihak Polda Metro Jaya menyatakan bahwa mereka sedang memverifikasi berbagai bukti digital dan rekaman video yang beredar di media sosial demi menghindari disinformasi.
Berikut adalah poin-poin perkembangan terbaru mengenai situasi tersebut:
1. Munculnya Video Viral di Media Sosial
Nama ormas GRIB Jaya terseret setelah beredar rekaman amatir warga yang memperlihatkan iring-iringan truk serta sosok Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, berada di sekitar lokasi kericuhan, termasuk di kawasan Pejompongan dan Slipi. Di media sosial, warganet mengaitkan keberadaan massa tersebut dengan bentrokan serta insiden pengeroyokan warga bernama Bambang Setiawan hingga meninggal dunia.
2. Bantahan Resmi dari Pihak GRIB Jaya
Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, membantah keras tuduhan bahwa organisasinya terlibat dalam kerusuhan. Beberapa poin klarifikasi dari mereka meliputi:
- Tidak Ada Instruksi: Secara kelembagaan, tidak ada perintah resmi dari organisasi bagi anggota untuk turun ke jalan memanaskan suasana.
- Kehadiran Persuasif: Pihak GRIB Jaya membenarkan bahwa Hercules memang turun ke lapangan. Namun, kehadirannya diklaim murni untuk memantau situasi secara persuasif dan mengimbau massa demonstran agar membubarkan diri secara tertib karena kondisi sudah tidak kondusif.
- Klarifikasi Video: Mereka menyayangkan adanya potongan-potongan video di media sosial yang sengaja digulirkan untuk membangun framing negatif seolah-olah Hercules memimpin aksi kekerasan.
3. Langkah Penyelidikan Kepolisian
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa polisi berkomitmen mengusut tuntas aksi anarkis yang terjadi. Polisi telah menangkap ratusan orang pasca-demonstrasi tersebut. Terkait isu keterlibatan kelompok ormas tertentu, polisi menegaskan bahwa semua temuan di lapangan harus melalui proses verifikasi dan pendalaman fakta secara hukum, bukan sekadar opini publik di ruang digital.








demo damai BEM UI dihadang❌
demo bawa ratusan orang 3 truk bawa kayu dibiarin ✅