Jokowi tak bisa berkelit

Jokowi belum merespon video ceramah Budi Arie Setiadi terkait Pemilu 2029 yang dipercepat itu. Tak seperti biasanya. Mungkin karena Jokowi persis berada di samping Budi Arie, sehingga apa pun respon yang disampaikan Jokowi rentan disalahkan. Budi Arie enteng saja meminta maaf. Tapi, kalau Jokowi meminta maaf, apa bisa?

Meminta maaf atau menyalahkan diri sendiri, bukan termasuk cara (ilmu) yang biasa digunakan Jokowi. Setidaknya ada 3 (tiga) cara yang biasa digunakan Jokowi merespon situasi politik yang ada kaitannya dengan dirinya. Satu, mengaku tak tahu. Kok, tanya saya? Dua, melempar bola kepada orang lain. Ada orang besar? Dan tiga, merasa dizalimi orang lain.

Ketiga cara itu, otomatis tak bisa digunakan Jokowi untuk merespon ceramah yang disampaikan Budi Arie. Sebab, Budi Arie menyampaikannya persis ada di samping Jokowi. Tak mungkin Jokowi memakai cara pertama bahwa dia tidak tahu. Bahkan, Budi Arie jelas-jelas mengatakan bahwa sebelumnya terlebih dulu sudah menyampaikan kepada Jokowi.

Jokowi juga tak bisa memakai cara kedua bahwa ia bisa dengan enteng mengatakan ada orang besar yang sedang menyerang dirinya. Sebab, di belakang Budi Arie itu, orang besarnya tidak lain tidak bukan adalah Jokowi sendiri. Dan cara ketiga pun tak bisa dipakainya. Masak playing victim merasa dizalimi dengan perkataan yang dikatakan anak buahnya sendiri? Itu mustahil.

Justru yang paling mungkin mengatakan strategi playing victim itu adalah pihak Prabowo. Sudah baik masih saja dijelekin. Tak pernah menganggu, malah Prabowo diganggu terus. Dituruti maunya, malah disemau-maunya.

Saat seseorang tak lagi punya cara untuk merespon situasi, maka itulah saatnya ia mengalami patahan sejarah, yang tak bisa ditolong. Sebab, apa pun yang dilakukannya akan serba salah. Bahkan, tak melakukan apa pun akan tetap disalahkan. Kadang yang menjatuhkan seseorang itu bukan dirinya sendiri, melainkan karena orang berada didekatnya.

(ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *