Massa berpakaian hitam berikat kepala putih, siapa mereka?

✍️Firman Syah

Ini bukan lagi sekadar soal demo yang ricuh.

Malam 27 Agustus, ketika massa sudah tersebar di Slipi, Petamburan hingga Pejompongan, beredar video kelompok berpakaian hitam dan berikat kepala putih yang disebut-sebut terlibat dalam aksi kekerasan terhadap warga.

Ada yang dipukul dengan kayu. Ada yang ditendang dan diseret. Bahkan beredar rekaman seorang warga sipil, Bambang Setiawan, yang tewas setelah menjadi korban pengeroyokan.

Pertanyaannya sederhana: siapa mereka, siapa yang mengerahkan, dan atas perintah siapa?

Sebab kalau negara menghadapi demonstrasi dengan menghadirkan kelompok sipil yang bertindak seperti aparat, maka kita sedang berhadapan dengan persoalan yang jauh lebih berbahaya.

Hukum seharusnya ditegakkan oleh institusi yang memiliki kewenangan, bukan oleh massa bayangan.

Dan satu hal: tudingan bahwa kelompok tersebut adalah GRIB masih harus dibuktikan melalui penyelidikan. Jangan sampai identitas pelaku dikaburkan, sementara korban justru dilupakan.

Karena kalau warga biasa bisa dipukuli hanya karena berada di jalan saat kerusuhan, siapa yang menjamin besok bukan kita yang menjadi korban?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 komentar

  1. Gerombolan ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun TETAP GAK PAHAM dg masalah ini. Yang ada di OTAK
    mereka yang SEBESAR UPIL itu adalah PARA PENDEMO ITU SUDAH MENGGANGGU junjungan sekaligus sesembahannya‼️

  2. habisi saja massa berpakaian hitam ikat kepala putih itu biar tahu rasa mati di jalan jihad membela pa wowo sekutu yahudi rothschild penyembah setan 👿

  3. hampir semua demo bisa dipastikan ada operasi intelijen, mereka biasa disebut “anarko”. para eksekutor didatangkan dari daerah sekitar. mahasiswa yang biasa demo sudah faham, mereka punya link ke intelijen garis lurus sebagaimana juga advokat