Plesetan “لا مفتاح” Menjadi Senjata Makan Tuan Memukul Pembuatnya (Sekte Imadiyah)

“لا مفتاح” (Tidak ada Miftah)
yang kemarin dijadikan plesetan untuk mencemooh Kiai Miftahul Akhyar, kini justru terasa seperti senjata makan tuan.

Sebab, sejarah telah berbicara dengan caranya sendiri.

Kiai Miftahul Akhyar tetap berdiri, tetap dipercaya, dan kini kembali mendapat amanah sebagai Rais Aam PBNU masa khidmah 2026–2031.

Maka kalau ada yang mengatakan, “لا مفتاح”—seolah-olah tidak ada Kiai Miftah di NU—justru realitas berkata sebaliknya:

Yang tidak akan mendapatkan tempat di hati NU adalah mereka yang hatinya dipenuhi kebencian kepada Kiai Miftah.

Bukan karena NU milik seseorang, bukan pula karena Kiai Miftah adalah NU seorang diri. Tetapi karena mencintai ulama, menghormati kiai, dan menjaga adab adalah bagian dari akhlak yang semestinya hidup di tengah warga Nahdlatul Ulama.

Kalau kemarin ungkapan “لا مفتاح” dimaksudkan untuk merendahkan, hari ini biarlah kenyataan yang menjawab.

لا مفتاح؟ بل مفتاحٌ باقٍ، ومكانُه في قلبِ النهضةِ لا يُمحى بالتشهير ولا بالسخرية

“Tidak ada Miftah? Justru Miftah tetap ada; tempatnya di hati Nahdlatul Ulama tidak akan terhapus oleh fitnah maupun olok-olokan.”

Dan untuk mereka yang gemar mencemooh, camkan baik-baik:

لَا نُهُوضَ لِقَلْبٍ يُبْغِضُ عُلَمَاءَهُ، وَلَا بَرَكَةَ فِي قَوْمٍ يَسْخَرُونَ مِنْ كِبَارِهِمْ

“Tidak ada kebangkitan bagi hati yang membenci para ulamanya, dan tidak ada keberkahan pada suatu kaum yang gemar mencemooh orang-orang besar di antara mereka.”

Jadi, kalau ingin membuat plesetan, silakan. Tetapi jangan sampai plesetan itu justru menjadi senjata makan tuan.

Sebab terkadang, sebuah kalimat yang dibuat untuk menjatuhkan seseorang justru menjadi saksi bahwa yang jatuh bukanlah orang yang hendak dijatuhkan, melainkan wibawa orang yang mengucapkannya.

لا مفتاح؟ بل مفتاحُ الثقةِ باقٍ

“Tidak ada Miftah? Justru kunci kepercayaan (Miftah) itu tetap ada.”

Oleh : Tamzilul Furqon S.pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar