Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU diwarnai aksi kerusuhan antara simpatisan dengan panitia lokal Muktamar NU.
Massa aksi yang menyuarakan perubahan syarat calon ketua umum PBNU terkait jeda tunggu eks pejabat politik merangsek menembus petugas keamanan lokal.
Pantauan Kompas.com, kerusuhan terjadi di depan Ruang Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 13.40 WIB.
Aksi saling jotos sempat terjadi, spanduk yang berada di sisi timur lokasi acara robek, massa saling dorong dan tertahan di depan pintu ruang muktamar.
Sebagai informasi, Sidang Pleno IV Penetapan Tata Tertib (Tatib) diwarnai perdebatan khususnya berkaitan syarat calon ketua umum PBNU.
Dalam sidang tersebut, muncul aspirasi agar masa jeda eks pejabat politik dihapus atau dikurangi setidaknya enam bulan.
Sedangkan dalam peraturan perkumpulan NU disebutkan, eks pejabat politik harus menunggu selama 1 tahun sejak mengundurkan/berhenti dari jabatan politik untuk bisa mencalonkan diri sebagai ketum PBNU.
Aturan ini dinilai menjegal bakal calon ketum PBNU, termasuk Gus Yusuf yang baru saja melepas jabatan sebagai Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah pada Februari 2026.
Perdebatan tersebut akhirnya tak menemui titik temu dan sidang diskors.
Hingga pukul 13.15 WIB, belum terlihat tanda-tanda sidang akan dimulai kembali lantaran simpatisan Gus Yusuf masih menggelar aksi demo. (KOMPAS)








ini berita gimana sihhh….. apakah jarum jam di Kompas berputar kekiri 🤣🤣
– kerusuhan terjadi sekitar pukul 13.40 WIB.
– Hingga pukul 13.15 WIB, belum terlihat tanda-tanda sidang akan dimulai
sholawatin aja biar adem😀
ngaNU mmang ngisin isini,ngaku aswaja tpi kalau sdh urusan kursi,urusan dunia itu no 1.
eng….. ing………. eng…………
nanti akan muncul pahlawan yang akan menyelesaikan kekisruhan PBNU. pastinya ada intervensi
NU,NU, makin kesini makin jauh dari TUJUAN AKHIRATMU. Harta, Tahta, Jabatan dan Kekuasaan memang Godaan yang Luar Biasa 🙂
si paling toleran kok malah tawuran, piye tho
Banser kemana, masih jaga gereja?
Akibat merapat dan membela rezim zholim jadi ga berkah, bukan lagi kumpulan ulama tapi preman berkedok ulama.