MULYONO AL-NGIBULI

Substansinya benar, kekuasaan memang hanya sementara.

Tapi menjadi ironis ketika kalimat itu diucapkan oleh orang yang pernah berupaya memperpanjang masa jabatan menjadi tiga periode, mengubah aturan lewat manuver politik di MK demi meloloskan anaknya, dan setelah tak lagi menjabat masih aktif berkampanye politik.

Kekuasaan memang sementara, tetapi hasrat untuk mempertahankannya rupanya bisa jauh lebih panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar