Profesor BRIN Kritik Jokowi Tak Ada Pengakuan Anaknya Tidak Layak dan Tidak Kompeten

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Erma Yulihastin, menyoroti sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi terkait putranya, Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat Wakil Presiden RI.

Sorotan tersebut disampaikan Erma setelah menyimak wawancara Jokowi dengan Bocor Alus Politik Tempo.

Menurut Erma, Jokowi membantah berbagai tudingan yang disampaikan dalam wawancara tersebut.

“Semua dibantah dan selalu mengatasnamakan demokrasi,” kata Erma di akun media sosialnya.

Erma mengaku kecewa karena menilai tidak ada penyesalan yang ditunjukkan Jokowi terkait proses politik yang mengantarkan Gibran menjadi wakil presiden.

Menurutnya, Jokowi setidaknya perlu mengakui adanya persoalan mengenai kapasitas putranya untuk menduduki jabatan Wakil Presiden RI.

“Ada satu hal yang paling mengecewakan, yaitu tak ada sama sekali rasa bersalah atau minimal mengakui bahwa anaknya itu sebenarnya tidak layak dan tidak kompeten,” ujar Erma.

“Ayolah, 280 juta orang Indonesia, masa iya demokrasi tak bisa memunculkan yang benar-benar kompeten?”

“Itu parpol-parpol gunanya apa sih?” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Ya namanya aja Jokodok plonga plongo raja ngibul Mulyono. Siapa sih yang tak kenal dengan RAJA PEMBOHONG ini⁉️

    Tapi bagi gerombolan ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo, para pengkritik junjungan sekaligus sesembahannya ini dianggap BENCI, GAK MOVE ON karena jagoannya selalu kalah dll. Padahal manusia laknat ini sudah menzalimi mayoritas rakyat negeri ini. Kalau gerombolan TerMul dan TerWo sengsara sih aku gak peduli. Karena mereka juga yg ikut andil menyengsarakan rakyat Indonesia‼️