KEMENANGAN ISLAM DIMULAI DARI SYAM

“SAYA MEYAKINI BAHWA PINTU MENUJU JALAN KELUAR BAGI PENDERITAAN SELURUH KAUM MUSLIMIN JUSTRU AKAN DIMULAI DARI WILAYAH INI (SURIAH/SYAM).” [Ahmad Al-Sharaa]

Ini adalah arsip pernyataan Ahmad al-Sharaa (Abu Muhammad Al-Julani), jauh sebelum Damaskus dibebaskan dan Bashar al-Assad tumbang.

Saat itu, Suriah berada di titik paling gelap. Rezim Assad, Iran, dan Rusia merebut kembali banyak wilayah oposisi. Kota-kota hancur, ratusan ribu rakyat mengungsi, dan kemenangan atas Damaskus tampak nyaris mustahil.

Namun al-Sharaa dan orang-orang yang bersamanya tetap optimis dan justru memandang bahwa rezim Assad dengan izin Allah akan tumbang, dan kemenangan melawan Assad akan menjadi awal kebangkitan dan solusi bagi musibah yang melanda dunia Islam.

Ia menggambarkan penderitaan Suriah seperti seorang ibu yang telah lama mengandung dan kini memasuki masa persalinan. Sakitnya berat, tetapi dari sana sesuatu yang baru akan lahir.

Visi besar itu telah direncanakan jauh oleh Al-Sharaa, sebuah visi yang akan merekatkan dunia Islam dan menghadirkan perubahan yang melampaui batas negaranya.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Betul sekali ‼️
    Alhamdulillah, atas pertolongan Allah, Suriah, dimasa lalu, bagian dari Syam, telah dibebaskan dari rezim anti Islam, Syiah ghulat Nusariyah yg sangar keji, bersama induk semangnya, Syiah rafidhah imamiyah Iran, yg telah membantai lebih dari 600 ribu Ahlus Sunah (anak², perempuan dan orang tua), mereka disiksa dg sangat keji. In sya Allah, akan mengulang kembali kejayaan Muawiyah RA dimasa lalu.

    Banyak Sahabat Nabi SAW yg hijrah dan wafat syahid di Bumi Syam. Mujahidin yang bertempur di Suriah saat ini adalah para Keturunan Sahabat Nabi.
    Perang di Suriah Adalah Perang Terhadap Islam dan Kaum Muslimin.

    Keutamaan Bumi Syam Dalam Al Quran Dan As Sunnah. Perang Suriah, Pintu Awal Pembebasan Bumi Syam, Standar Kebaikan Umat Islam, Amanah Di Pundak Kalian. Tegaknya Khilafah Di Syam, Kunci Pembebasan Baitul Maqdis. Syiah tdk peduli dg Baitul Maqdis.Syam Jadi Magnet Besar Kumpulnya Orang-orang Kafir Untuk Mengalirkan Darah Kaum Muslimin.

    Kemenangan Islam Bermula Dari Syam, Irak Dan Yaman
    Terkuak Kebiadaban Syiah ( Iran ), Hassan Rouhani: Kalau Tidak Karena Syiah Iran, Maka Damaskus (Syiah 12 %) Dan Baghdad (60% Muslim : 40 % Syiah) Akan Jatuh Ketangan Kelompok Sunni (Muslim).

    Damaskus atau Dimasyq (Arab), ibu kota Suriah modern, adalah kota tua yang sangat bersejarah. Dimasyq dibebaskan dari cengkeraman Romawi di era Khalifah Umar ibn Khattab.
    Pasukan sahabat yang pertama menorehkan sejarah umat di kota ini dipimpin oleh “sayfullah al maslul” Khalid ibn Walid.
    Peradaban Islam yang usianya lebih muda tiga kali daripada usia Dimasyq, terkait banyak dengan sejarah kota ini. Tidak heran banyak dari mujahidun dan ulama yang di belakang nama mereka tercantum “al dimasyqi” atau penduduk kota Dimasyq.
    Demikian banyak ulama dan intelektual yang lahir, atau pernah belajar dan mukim, atau mengajar serta menorehkan karya besarnya di kota ini. Salah satunya 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵𝘂𝗹 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝗜𝗯𝗻 𝗧𝗮𝗶𝗺𝗶𝘆𝗮𝗵 (𝟲𝟲𝟭 𝗛/𝟭𝟮𝟲𝟯 𝗠-𝟳𝟮𝟴 𝗛/𝟭𝟯𝟮𝟴 𝗠).

    Damaskus atau Dimasyq (Arab),
    tidak dilepaskan dari kiprah (peran) Murabi Agung Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Para ahlul bid’ah, Syi’ah, Ahlul Sufiyah (thoriqoh), Suni Taqiyah (taqribiyah), ahlul Quburiyyun akan terbakar hatinya menginjak Damaskus. Pembeda sederhana (awal) Ahlul Salaf dg Ahlul Bid’ah adalah penghormatan mereka terhadap keilmuan, kezuhudan, dan kepatriotan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dan Syaikh Muhammad Abdul Wahab rahimahullah.