RESHUFFLE YANG TIDAK PENTING

HARI INI PRESIDEN PRABOWO melantik sejumlah pejabat. Muka-muka lama.

Daftar Pejabat Negara yang Dilantik Presiden Prabowo:

  1. Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
  2. Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
  3. Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan
  4. Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
  5. Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi
  6. Abdul Kadir Kading sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia

Yang baru dari Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran hari ini adalah Jumhur Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Di era SBY, Ia pernah menjabat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI.

Jumhur Hidayat menggantikan Hanif Faisol Nurofiq, yang pindah ke posisi barunya sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Hanif Faisol Nurofiq, termasuk menteri yang disorot pasca bencana alam di Sumatera, tempo hari.

Selebihnya, Mohammad Qodari, Dudung Abdurachman, Abdul Kadir Karding, dan Hasan Nasbi, hanya tukar posisi posisi saja. Penting tak penting.

Mohammad Qodari yang sebelumnya menempati Kepala Staf Kepresidenan diganti dengan Dudung Abdurachman. Qodari menempati posisi baru sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, yang sebelumnya dipegang untuk sementara Angga Raka Prabowo.

Posisi Dudung Abdurachman sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan dan Keamanan kosong—mungkin tak diperlukan lagi—dan Hasan Nasbi menempati posisi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan diganti dengan Bidang Komunikasi? Menarik juga. Komunikasi memang tak kalah pentingnya dengan pertahanan. Pertahanan agaknya sudah ditangani oleh Menteri Pertahanan dengan sangat baik.

Terakhir, Abdul Kadir Karding yang sebelumnya direshuffle sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, kini menempati posisi baru sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.

Boleh dibilang reshuffle kali ini seolah tidak ada reshuffle. Reshuffle yang tidak terlalu penting. Posisi-posisi yang tidak terlalu krusial dan kurang diperhatikan juga keberadaan dan sepak terjangnya.

(ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. pak bowo ini ngga punya orang kepercayaan apa gimana sih? lagi-lagi yg dilantik antek owi, napa ngga ngelantik loyalisnya sendiri?