2 Mantan PM Israel Bentuk Koalisi Untuk Gulingkan Netanyahu

Dua mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett dan Yair Lapid, resmi mengumumkan penggabungan kekuatan politik mereka pada 26 April 2026 untuk menghadapi Benjamin Netanyahu dalam pemilihan umum mendatang.

Berikut adalah poin-poin utama dari koalisi baru tersebut:

  • Pembentukan Partai Baru: Mereka menggabungkan partai Yesh Atid (pimpinan Lapid) dan Bennett 2026 menjadi satu entitas politik yang diberi nama Beyahad (bahasa Ibrani yang artinya ‘Bersama’).
  • Kepemimpinan: Koalisi atau partai baru ini akan dipimpin langsung oleh Naftali Bennett yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Israel ke-13 dari Juni 2021 hingga Juni 2022.
  • Tujuan Utama: Menyatukan blok oposisi guna mengakhiri masa jabatan Netanyahu dan memperbaiki arah kebijakan negara Israel, terutama terkait pemulihan pasca-perang.
  • Agenda Prioritas: Bennett menyatakan bahwa jika terpilih, langkah pertama pemerintahannya adalah membentuk komisi penyelidikan negara terkait kegagalan keamanan pada serangan 7 Oktober 2023.
  • Waktu Pemilu: Pemilihan umum ini dijadwalkan akan berlangsung Oktober 2026.

Langkah ini dianggap sebagai “gempa politik” karena menggabungkan kelompok kanan (Bennett) dan sentris (Lapid) demi menciptakan penantang terkuat bagi partai Likud pimpinan Netanyahu.

*CATATAN: Semua politikus Israel itu semuanya anti pembentukan negara Palestina. Naftali Bennett dikenal sebagai politikus sayap kanan ultranasionalis yang menentang pembentukan negara Palestina dan mendukung aneksasi sebagian wilayah Tepi Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar