MENGAPA LAGU KEBANGSAAN PAKISTAN🇵🇰 BERBAHASA PERSIA?

Tahukah kamu kalau lagu kebangsaan Pakistan🇵🇰 itu syairnya berbahasa Persia?

Ya, lagu kebangsaan Pakistan memang menggunakan bahasa Persia, sebuah fakta unik yang sering kali terlewatkan.

Lagu kebangsaan Pakistan yang berjudul “Qaumi Taranah” (قومی ترانہ) hampir seluruh kosakatanya berasal dari bahasa Persia.

Dari seluruh liriknya, hanya ada satu kata yang murni bahasa Urdu fungsional, yaitu kata “kā” (کا), yang berfungsi sebagai kata penghubung.

Hal ini terjadi karena saat lagu ini digubah oleh penyair Hafeez Jullundhri pada tahun 1952, bahasa Persia masih dipandang sebagai bahasa sastra dan intelektual yang mampu melampaui sekat-sekat etnis di Pakistan.

Lagu ini ditulis menggunakan aksara Perso-Arabic (Nasta’liq), yang umum digunakan baik untuk bahasa Urdu maupun Persia.

Liriknya memiliki pengaruh puitis Persia yang sangat kuat sehingga penutur bahasa Persia dan Urdu sama-sama bisa memahaminya.

Keunikan ini menciptakan sebuah fenomena budaya yang luar biasa; seorang warga Iran bisa memahami hampir seluruh isi doa dalam lagu tersebut tanpa membutuhkan kamus.

Kalimat pembukanya, “Paak sarzamin shaad baad” (Makmurlah tanah suci ini), terdengar seperti untaian puisi yang biasa dibacakan di Teheran.

Dengan memilih bahasa Persia, Pakistan seolah ingin menegaskan identitasnya yang berakar pada kemegahan peradaban Islam di Asia Tengah dan Barat, menjadikannya sebuah simbol persaudaraan kultural yang tetap hidup hingga hari ini di setiap upacara kenegaraan.

Bait Pertama: Doa untuk Tanah Air
پاک سرزمین شاد باد
(Pāk sarzamīn shād bād)
Suci tanah air ini, makmurlah!

کشورِ حسین شاد باد
(Kishwar-e-hasīn shād bād)
Negara yang indah ini, makmurlah!

تُو نشانِ عزمِ عالی شان
(Tū nishān-e-azm-e-āalī shān)
Engkaulah lambang dari tekad yang agung,

ارضِ پاکستان!
(Arz-e-Pākistān!)
Wahai Bumi Pakistan!

مرکزِ یقین شاد باد
(Markaz-e-yaqīn shād bād)
Pusat dari keyakinan, makmurlah!

Bait Kedua: Kekuatan Rakyat
پاک سرزمین کا نظام
(Pāk sarzamīn kā nizām)
Tatanan dari tanah yang suci ini,
(Catatan: “Kā” di sini adalah satu-satunya kata bahasa Urdu dalam seluruh lagu).

قوتِ اخوتِ عوام
(Quwwat-e-ukhuwwat-e-awām)
Adalah kekuatan dari persaudaraan rakyat,

قوم ، ملک ، سلطنت
(Qaum, mulk, sultanat)
Bangsa, negara, dan kedaulatan,

پائندہ تابندہ باد
(Pāindah tābindah bād)
Semoga tetap abadi dan bercahaya selamanya,

شاد باد منزلِ مراد
(Shād bād manzil-e-murād)
Makmurlah engkau, wahai pelabuhan cita-cita.

Bait Ketiga: Simbol dan Masa Depan
پرچمِ ستارہ و ہلال
(Parcham-e-sitārah o-hilāl)
Bendera dengan simbol bintang dan bulan sabit ini,

رہبرِ ترقی و کمال
(Rahbar-e-taraqqī o-kamāl)
Adalah penunjuk jalan menuju kemajuan dan kesempurnaan,

ترجمانِ ماضی ، شانِ حال
(Tarjumān-e-māzī, shān-e-hāl)
Penafsir masa lalu, kemuliaan masa kini,

جانِ استقبال!
(Jān-e-istiqbāl!)
Dan jiwa dari masa depan!

سایۂ خدائے ذوالجلال
(Sāyah-e-Khudā-e-Zūl-jalāl)
Di bawah naungan Tuhan Sang Pemilik Keagungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar