Arab Saudi dipuji punya akhlak tinggi, karena meski dirudal Iran, masih tetap menerima calon jamaah haji Iran…

Arab Saudi dipuji punya akhlak tinggi, karena meski dirudal Iran, masih tetap menerima calon jamaah haji Iran…

Pertama, Saudi tidak punya hak melarang siapapun untuk naik haji, sebab dua kota suci umat Islam pada dasarnya bukan milik satu negara saja, tapi milik semua umat Islam, Saudi hanya berstatus sebagai pengelola dan pelayan bagi para tamu Allah….

Kedua, saat terjadi perang Yaman, calon jamaah haji Yaman dilarang masuk oleh Saudi. Kuota haji Yaman tidak diberikan. Artinya ya gak berakhlak-akhlak amat. Saat itu masih mendahulukan sentimen politik.

Ketiga, Saudi pernah memberlakukan pelarangan haji pada jamaah Iran saat terjadi pemutusan hubungan diplomatik antara Iran-Saudi sebagai imbas dari tragedi Mina 2015 yang menelan korban jiwa seribuan lebih dari jamaah haji Iran. Iran dinilai Saudi terlalu keras melakukan protes.

Keempat, kalau memang Saudi punya akhlak yang tinggi dan beradab pada tetangga, Saudi tidak akan mengizinkan Amerika untuk menyerang Iran sebagai sesama negeri muslim dari wilayahnya. Tapi Saudi telah memfasilitasi pangkalan militer AS dan mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk agresi, itu sudah menunjukkan bahwa Saudi dalam posisi tersandera dan tidak berdaya di hadapan Amerika.

Terlepas dari semua itu. Untuk tahun ini, dengan ketegangan politik yang memanas tidak membuat Saudi menghalangi warga Iran untuk menunaikan ibadah haji, tetap harus diapresiasi sebagai sikap politik yang makin dewasa.

Bersatulah umat Islam…

(Ismail Amin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. mekkah madinah bukan milik saudi….kota itu “wakaf” Allah dan RasulNya untuk.umat muslim sedunia..
    suadi justru mengambil byk manfaat financial dari dua kota suci tersebut…

    ngga ada tuh akhlak saudi terhadap jamaah…klo pun ada wajar..kita tamu Allah bukan tamu kerajaan…tamu Allah wajib dimuliakan…