Sebuah pengakuan mengejutkan terungkap mengenai mekanisme perang informasi yang dijalankan Israel. Aktivis asal Israel, Ella Kenan, mengonfirmasi adanya jaringan besar yang disebut sebagai “mesin propaganda digital” yang beroperasi dari Tel Aviv untuk mempengaruhi opini dunia.
Dalam pengakuannya, Kenan membenarkan bahwa ia dan timnya mengelola jaringan yang terdiri dari 60.000 aktivis. Tugas mereka adalah menyebarkan konten-konten pro-Israel secara masif agar menjadi viral di seluruh dunia. Hingga saat ini, tercatat konten-konten tersebut telah meraup lebih dari 3 miliar penayangan sejak dimulainya konflik.
Salah satu strategi yang diungkap adalah pembuatan slogan terkenal “Hamas is ISIS”. Kenan mengakui bahwa slogan tersebut diciptakan oleh timnya dan berhasil disebarkan begitu luas hingga akhirnya digunakan bahkan dalam pidato resmi pejabat tinggi Amerika Serikat.
Tak hanya itu, strategi lain yang dilakukan adalah dengan menyediakan materi konten yang sudah jadi (ready-made content) kepada para influencer yang bukan beretnis Yahudi. Hal ini dilakukan agar narasi Israel terdengar lebih objektif dan dapat dipercaya oleh masyarakat internasional, padahal sebenarnya bertujuan untuk memanipulasi persepsi publik sesuai dengan keinginan pihak Israel.
📰 Sumber: Wawancara di Media Israel (Srugim), Palestine Pixel, INL News







tetap gak bisa karena gak sesuai sama realita