“Kartu Baru” Iran
Perundingan tahap kedua yang diharapkan Trump tidak terlaksana karena Iran menolak hadir. Lalu, Trump sendiri sepihak menyatakan, “gencatan senjata diperpanjang.”
Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran, Dr. Muhammad Bagher Qalibaf (Mohammad Bagher Ghalibaf) yang juga kepala tim negosiator Iran menyatakan, “Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman dan selama 2 minggu terakhir kami telah bersiap untuk mengungkapkan ‘kartu baru’ di medan perang.”
Nah, apa itu “kartu baru” Iran?
Iran mungkin memiliki “senjata yang belum diidentifikasi secara tepat hingga saat ini,” kata pakar militer Yuri Lyamin.
Senjata-senjata ini dapat mencakup:
🔸 rudal balistik dan jelajah jarak jauh
🔸 drone kamikaze baru
🔸 senjata anti-kapal baru (rudal, torpedo, ranjau)
Iran juga sedang melakukan persiapan lain selama dua pekan terakhir:
🔸 membangun kembali infrastruktur yang rusak dengan cepat
🔸 mengisi kembali kebutuhan pokok, mulai dari makanan dan obat-obatan hingga bahan bakar
🔸 membersihkan kerusakan dan membersihkan ranjau di jalan dan pintu masuk terowongan di dekat pangkalan rudal bawah tanah
🔸 mempercepat produksi militer, terutama di pabrik bawah tanah yang tidak dapat dijangkau AS
Sumber: @SputnikInt
*Foto atas: Dr. Muhammad Qalibaf sedang menerbangkan pesawat. Ia memiliki lisensi pilot untuk Airbus A321. Pada tahun 2024, selama pemboman Israel yang sedang berlangsung, ia menerbangkan sendiri delegasi Iran ke Beirut, Lebanon.

Qalibaf memiliki gelar sarjana geografi dari Universitas Teheran, gelar magister geografi dari Universitas Islam Azad, dan gelar doktor politik dari Universitas Tarbiat Modares. Selain pendidikan akademik, Qalibaf juga memiliki kualifikasi profesional sebagai pilot Airbus, sebuah keterampilan yang ia peroleh selama masa dinasnya di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).






