Laporan terkini pada 22 April 2026 mengonfirmasi bahwa Andrew Hugg, Branch Chief of Chemical Nuclear Surety (Kepala Cabang Keamanan Kimia Nuklir) Angkatan Darat AS, telah dikawal keluar dari Pentagon dan dibebastugaskan sementara (administrative leave).
Keputusan ini diambil setelah sebuah video kamera tersembunyi yang dirilis oleh James O’Keefe memperlihatkan Hugg diduga membocorkan informasi rahasia keamanan nasional kepada orang asing.
Detail Kejadian
Penyebab Penindakan: Dalam rekaman tersebut, Hugg tertangkap sedang mendiskusikan topik-topik sensitif di sebuah restoran publik, termasuk detail mengenai agen saraf kimia AS, kematian seorang ahli kimia militer akibat paparan zat tersebut, serta rencana serangan udara untuk membunuh pemimpin Iran yang baru Mojtaba Khamenei.
“Jika dia [Mojtaba Khamenei] tidak mengubah caranya, ya, mereka [Amerika Serikat] akan membunuhnya.”
Dia juga mengungkap:
“Cara termudah untuk mendapatkan intelijen…kirim seorang gadis cantik.”
Dia juga mengatakan bahwa AS masih memiliki agen saraf dan mengatakan seorang ahli kimia Angkatan Darat AS baru-baru ini meninggal akibat paparan.
Dia juga mengakui bahwa serangan udara AS telah membunuh anak-anak di Iran, menyebutnya “kerusakan kolateral,” dan mengungkapkan kepada jurnalis bagaimana keputusan peluncuran nuklir dibuat secara real-time.
Hugg menggambarkan bagaimana Amerika Serikat bisa membunuh pemimpin berikutnya Iran jika dia “tidak berubah,” sambil mengakui bahwa AS tidak memiliki rencana untuk menggunakan senjata nuklir: “Kami tidak akan membom nuklir siapa pun.”
Semua ini diungkapkan dengan santai kepada seorang jurnalis menyamar di sebuah restoran.
Pernyataan Resmi: Juru bicara Angkatan Darat, Cynthia O. Smith, menyatakan bahwa Hugg telah dibebastugaskan sementara selama penyelidikan menyeluruh dilakukan.
Konteks Jabatan: Meskipun beberapa laporan di media sosial menjulukinya sebagai “Kepala Nuklir AS” (Nuclear Chief), jabatan resminya adalah Branch Chief of Chemical Nuclear Surety di Departemen Angkatan Darat. Ini merupakan peran tingkat menengah yang berfokus pada protokol keselamatan senjata nuklir dan kimia, bukan komando operasional tertinggi nuklir Amerika Serikat.
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di Pentagon, menyusul laporan pemecatan beberapa jenderal tinggi lainnya oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.
BERIKUT REKAMAN VIDEONYA:







Halah….cerita karangan buat seolah-olah benar dibocorkan, padahal skenario saja kalau amerika tidak ada rencna mebom nuklir Iran…aslinya ya sebaliknya……..sudah tetapi belum….dasar sakit syaraf. licik dan manipulatif