Ribuan massa yang mengatasnamakan Perjuangan Masyarakat Kaltim bersama elemen mahasiswa menggelar aksi demonstrasi besar-besaran, Selasa (21/4/2026).
Massa turun ke jalan untuk mendesak evaluasi kinerja Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang dianggap kontroversial.
Sorotan utama tertuju pada alokasi fantastis pengadaan mobil dinas seharga Rp 8,5 miliar dan renovasi rumah jabatan senilai Rp 25 miliar, yang dinilai mencederai rasa keadilan di tengah kesulitan ekonomi masyarakat.
Menjelang aksi demonstrasi, pengamanan kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur sudah diperketat dengan dipasangi kawat berduri hingga 5 tingkat.
Di sisi lain, Rudy Mas’ud memastikan tetap berkantor seperti biasa saat demonstrasi berlangsung.
***
βπ»Al Fatin (orang Kaltim)
Bagi orang luar Kaltim yang bingung kenapa Kaltim yang biasanya adem ayem, tiba-tiba mendemo gubernurnya sendiri, ini beberapa alasannya:
β Sejak awal Pilkada, aroma Dinasti Politiknya kuat banget, termasuk pengerahan selebgram sebagai corong kampanye dan isu serangan fajar
β Baru awal dilantik Februari 2025, isu BBM oplosan tiba-tiba aja muncul. Ratusan motor dan mobil mogok sesaat setelah mengisi Pertamax di Pom Bensin.
Bahkan Bu Peng, salah satu pengacara di Samarinda yang juga jadi korban, sampai mengajukan tuntutan class action ke Pengadilan atas kejadian ini.
β 3 bulan setelah dilantik, udah berani nyenggol gubernur lain di forum resmi negara. Warga Kaltim langsung ribut. Sempat-sempatnya nyindir gubernur lain, padahal kerjanya sendiri di daerah belum beres
β Adanya isu pejabat bayangan di kantor Gubernur, yang konon jadi penguasa dan menekan para pegawai
β Ajudan/staf gubernur yang melakukan intimidasi dan ancaman kepada wartawan saat proses mencari berita
β Pembentukan tim ahli yang berisikan 47 orang dengan anggaran 8,3 Milyar. Tim ahli ini yang sering bikin pernyataan blunder, termasuk diantaranya adalah Sudarno,SE dan Bambang WIdjoyanto.
β Pemprov menganggarkan 1,7 milyar untuk budget influencer
β Program beasiswa GratisPol yang sudah dijanjikan, tiba-tiba dibatalkan secara sepihak
β Pembelian 1 mobil dinas 8,5 Milyar, yang beda pejabat beda tujuan pembeliannya.
Menurut Sekda, mobil itu untuk peninjauan ke daerah terpencil yang jalannya sulit.
Menurut gubernur, mobil itu untuk marwah daerah, biar kaltim ga kelihatan miskin.
β Renov Lamin Etam (Rumah Jabatan Gubernur) dengan anggaran 25 Milyar, dengan alasan sudah tidak layak.
Padahal Lamin Etam itu diserbu Tornado juga ga bakal runtuh, saking kokoh dan megahnya.
β Penonaktifan ribuan kepesertaan BPJS PBI secara sepihak, hingga mengundang protes dari Walikota Samarinda
β The last but not least..
Meski ga ada korelasinya, tapi tampilan istri gubernur yang seperti Noni Belanda saat melakukan kunjungan ke perkampungan miskin, dinilai nir empati.
Dianggap ga down to earth dan tidak menyesuaikan dengan audiensi yang dikunjungi.
***
Update demo kemarin..
Gubernur tidak menemui peserta demo, walaupun sudah ditunggu sampai tengah malam..
Padahal dia pernah bilang, Kantor Gubernur terbuka 24 jam untuk rakyat
Nyatanya?
NGEHE !!
[VIDEO AKSI DEMO]







Para PEJABAT MUNAFIK
mirip yg dipusat…pada nipu semua ( termasuk si Ndut idola si rasis af)
chaos ajalah udah, negara ini mustahil dibenerin secara baik-baik, di reset lagi seperti 98