STOP MBG TOTAL

Secara pikiran (pribadi saya), saya akan tetap bersuara: MENOLAK MBG sampai kapanpun. Bahkan sampai Prabowo meninggal.

Karena gak urgent. Gak penting sama sekali. Yang urgent itu perbaikan jalan se Indonesia. Penanggungan biaya kesehatan dan perbaikan fasilitas pendidikan.

Rakyatnya banyak yang terlantar gak diurus, kok hambur-hamburkan duit. Berjamaah pula.

Dalam Al-Qur’an itu disebut: Afala ta’qilun. Afala tatafakkarun, itu tujuannya agar kita semua menggunakan akal dan menggunakan pikiran dalam bertindak.

MBG ini pemborosan luar biasa, juga ajang kongkalikong luar biasa. Pikiran saya gak bisa menerima, sebuah kebijakan negara melakukan itu, padahal ada yang lebih prioritas.

Atas nama lapangan kerja?
Apane…? banyak pedagang kecil, kantin, kukut gulung tikar gara-gara MBG. Itu fakta. Sebuah paradoks gak berkesudahan.

Pemerintah sedang mempertontonkan ketidakbijaksanaan, kepekatan mata, kegelapan hati atas kesulitan rakyat sesungguhnya.

Sudah saatnya pemerintah berkata jujur, stop MBG. Mengakui kegagalan dan berbenah itu lebih baik daripada ngotot lanjut, tapi membawa negeri ini kepada kebangkrutan.

(Arief Camra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. tak ada larangan untuk menjadi penguasa berkelanjutan, tapi jangan menggunakan uang rakyat untuk menggapainya. jangan pertontonkan kebodohan dihadapan rakyat mu, memalukan….. ❗

  2. Program cuma penghasil tai doang di biarkan berlarut-larut. Tanpa MBG juga banyak rakyat biasa yang jadi dokter dan sarjana teknik…..gak perlu ngaku2 punya ijazah asli