

Nusron Wahid, salah satu Menteri yang ‘diusir’ mahasiswa UGM.
Diskusi publik bertajuk “Kopdar Bareng Mas Dar” di Universitas Gadjah Mada (UGM) berakhir ricuh pada Senin (15/6/2026) malam.
Diskusi dengan tema “Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa” tersebut menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai pembicara.
Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa, menyebut kericuhan hingga aksi saling dorong terjadi karena mahasiswa menilai para narasumber menghindari pertanyaan yang mereka ajukan terkait berbagai persoalan agraria dan kebijakan pembangunan.
“Aksi kejar-kejaran itu sebetulnya karena mereka menghindar. Kami tidak akan mengejar seandainya mereka menjawab satu pertanyaan sederhana saya, apakah mereka bersalah atau tidak,” ujar Mesa, dilansir Beritasatu.com.
✍️Dandhy Laksono (Sutradara film dokumenter Pesta Babi)
Peran Nusron Wahid di “Pesta Babi”.
Nusron Wahid Menteri ATR/BPN:
Menerbitkan Surat Keputusan Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB) seluas 328.000 hektare kepada PT Agrinas Pangan Nusantara.
Tanpa dialog dan konsultasi dengan pemilik ulayat. Menganggap Papua tanah kosong dan mengira semua tanah milik negara. Salah satu ciri kolonial.







diajak debat malah ngamuk2 doang, diajak ke lokasi lihat langsung gamau, disuruh bawa data malah pakai film, repot dah🤣🤣🤣🤣🤣
judul diskusi nya keren : Pancasila pemersatu
padahal mereka lama sdh injak2