✍🏻Fahmi Hasan Nugroho (Pak Dosen)
Tenang, kita masih jauh dari krisis moneter seperti tahun 1998. Pelemahan rupiah hari ini memang berbeda dengan tahun 1998, ga bisa kita samakan karena konteksnya beda.
Tapi justru karena konteksnya berbeda, kita harus lebih hati-hati.
Krisis 1998 itu krisis regional, melanda kawasan Asia Tenggara secara bersamaan. Baht Thailand kolaps duluan, lalu efek dominonya menyebar ke rupiah, ringgit, peso, won. Semua negara tetangga kita sama-sama babak belur terkena krisis. Rupiah memang yang jatuhnya paling parah, tapi setidaknya kita jatuh ga sendirian.
Sedangkan sekarang? Rupiah melemah terhadap seluruh mata uang di kawasan ASEAN. Ringgit Malaysia, baht Thailand, dolar Singapura, peso Filipina, dong Vietnam, semuanya. Negara-negara tetangga kita tidak terkena krisis. Mata uang mereka justru menguat. Ringgit Malaysia bahkan tercatat sebagai mata uang terkuat di Asia di awal 2026, sementara Rupiah masuk kelompok yang melemah.

Ini artinya, pelemahan nilai mata uang bukan badai yang sama menghantam semua kapal. Kapal-kapal lain masih tetap berlayar, kapal kita doang yang bocor.
Jadi tidak tepat jika pelemahan rupiah ini dikatakan semata-mata karena faktor global, faktor itu memang ada, tapi tidak cukup untuk menjelaskan kenapa rupiah turun sendirian sementara tetangga kita tidak.
Apakah penurunan ini akan menjadi krisis seperti 1998?
Kemungkinan besar tidak. Kondisi struktural ekonomi kita berbeda, cadangan devisa lebih kuat, sistem perbankan lebih sehat, utang luar negeri swasta juga tidak sebengkak dulu (dan inilah faktor paling penting krisis ekonomi 1998 di Indonesia).
Tapi “tidak akan seperti krisis 1998” bukan berarti “tidak akan ada krisis.” Rupiah yang terus melemah sendirian di tengah tetangga yang menguat itu jelas sinyal bahwa “yang salah itu ada di dalam”, bukan di luar. Dan selama penyebab dalamnya belum dibenahi, rupiah akan terus jadi yang paling lemah di banding yang lain.
Kesimpulan: Faktor pemicunya kepercayaan kepada pemerintah. Rupiah banyak dipindahkan ke Mata Uang lain, jadinya Rupiah keliatan melemah sendirian. Bukan krisis moneter 1998…tapi krisis kepercayaan.







obatnya presiden asbun harus lengser ini mah
lu aja yg lengser he he
setuju
Gimana mau percaya. Nilai cuma 11/100, apalagi sekarang malah minus. Modal bacot dan nggak ada realisasi.
semakin lama MBG, semakin jeblok rupiah
ini kan kalian juga yang bilang amaaan … amaaannnnn …. aaaamaannn waktu ugal-ugalan utang sampai 8.000 T ….
Mantan Napi kasus Century yg bermulut judes kayak nenek² pecah bisul. itulah Misbakhun. Si Bakhun ini pernah masuk penjara pada tahun 2011 akibat kasus pemalsuan dokumen pencairan letter of credit (L/C) Bank Century senilai $22,5 juta. Yg gini dipercaya jadi anggota DPR lagi. Dulu sok paling vokal soal kasus bailout Bank Century, taunya dia yg masuk penjara…Mulutnya judesnya ga mampu menutupi kebusukannya….🤣🤣🤣
pejabat indon itu sukanya ngeles menutupi ketidakbecusannya. TITIK