Pak Niam, Pak Niam

✍🏻Ahmad Tsauri

Pak Niam, Pak Niam, sampean itu kan pintar, “Imam” dalam definisi al-Mawardi itu kan Imam A’dzam, bahkan sarat imamat al Kubra itu harus setara “mujtahid mutlaq mustaqil, harus suku quraish”.

APBN dan Baitul Mal juga kebarat – ketimur alias tidak ketemu, Baitul Mal sumbernya jizyah, kharaj, fai, hibah, hadiah, sadaqoh, zakat, dll. Sementara APBN pajak minuman keras, pajak penghasilan, pajak usaha, dan aneka pungutan yang dalam Islam bahkan dilarang.

Dan catatan: Imam boleh kurban itu jelas, اذا اتسع, alias, dengan catatan keuangan Baitul Mal longgar, ini APBN hutang saja mau 10.000 triliun, 3 bulan saja 200 triliun, bayar bunga utang 800 triliun saja dari utangan lagi.

MUI itu independen pak, kenapa harus ikut-ikutan nyebokin Prabowo.

(fb penulis)

*NB: Prof. KH Aasrorun Ni’am Sholeh (Ketua MUI Bidang Fatwa) saat ini menjabat Komisaris BUMN Jasa Marga yang gajinya 100-an juta per bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 komentar

  1. drun drun kamutuh terlalu mengikuti hawa nafsu kebencian dan kehasadanmu, kau bertakiya ngaku2 pecinta dan pembela ulama tp kalau ulama tidak berkata sesuai hatimu kau spt ini, istighfar kau drun

    1. babik kau pala kok isinya taik… kalau tak faham fiqih mending sumpahin mulut Lo pakai taik dah, ketimbang ngomong tapi bau taik…. babik kau memang…

    2. ooohhh dasar kau BABI GURUN GUOBLOKKKK‼️
      Kau hanya menuruti BISIKAN SETAN yang sdh jadi SEKUTU dalam hidup mu‼️ Kan sdh berulang kali aku beritahu kau. Kau itu punya OTAK tapi TAK ADA AKAL. Harusnya sadar dirilah. Disini adalah netizen cerdas berakal semua, bukan kumpulan gerombolan TerMul dan TerWo. Paham kau⁉️

    3. Nyet..nyet , ulama itu di ikuti dan dibela kalau omongannya sesuai al quran dan sunnah , jadi tidak membabi buta kayak lo mencintai dan membela manusia walaupun salah. Kalau dia masuk kategori ulama suu’ , gak perlu di ikuti apa lagi di cintai.

    4. Lu BACA nih Hadits soal Ulama Su’u…..

      “Ada yang lebih aku takutkan menimpa kalian daripada Dajjal,” beliau bersabda: “Ulama su’u (ulama yang buruk).” (HR. Al-Baihaqi)

      “Celakalah umatku karena ulama buruk yang mengambil ilmu ini sebagai perdagangan. Mereka menjualnya kepada penguasa di zamannya untuk memperoleh keuntungan buat dirinya. Semoga Allah tidak memberikan keuntungan pada perdagangan mereka!” (HR. Al-Hakim)

  2. Kalaupun APBN itu dianggap seorang Muslim, dia tdk wajib berqurban krn pengeluarannya lbh besar drpd pendapatannya alias banyak hutang utk menutupi kebutuhan hidupnya … bahkan orang tsb sebenernya berhak menerima zakat … ini kan dilihat dr sisi manapun APBN disamakan dg baitul mal itu sudah sangat salah …

  3. Pak NIAM sudah sebagai contoh ulama yang dibeli dengan jabatan Komisaris jasamarga, sehingga yang keluar bukan lagi ilmu tapi loyalitas pada sang pemberi jabatan…, ulama suu

  4. CIE.. CIE.. si AF Kere kesot abu jahanam Kutu Kupret gercep kali ini Nyepong dan Jilat Taik majikannya. Ini sesuai intruksi dari wapres GIBRANJING BOCIL BELER-an biar makin Chaos dan cepat naik tahta. Agar Bajingan ASU Jokibul RAJA KURAP selamat dari jeratan hukum IJAZAH PALSU dan PENGKHIANATAN menjual Tanah Air ke ASENG CINA (kasus Rempang dan Morowali) serta kasus HAM BERAT (900 Kpps, Kanjuruhan dan Pembantaian KM50)

  5. punya gelas tinggi OTAK KOPONG kalau jd pejabat ya ngertilah yg dipakài utk gaji itu uang rakyat bukan uang yg kantong dari yg mengangkat posisi jabatan tsb apa sdh cinta dunia sehingga ilmunya luntur