SMRC merilis surveinya kemarin.
Kepuasan publik pada kinerja Presiden: 51,1%
November lalu 81,2%
Turun 𝟯𝟬% dalam sembilan bulan.
—
Buat yang jarang baca angka survei, begini cara bacanya. SMRC sendiri yang bikin aturannya: selisih baru boleh disebut signifikan kalau minimal 7,4 persen.
Ini 30% !!
Empat kali lipat ambang yang mereka tetapkan sendiri.
Yang bilang tidak puas naik dari 16% jadi 46,9%.
Yang bilang 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 puas cuma 4,8 persen.
—
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, ngomongnya hati-hati banget. Penurunan ini, katanya, 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢𝘢𝘯 dengan memburuknya penilaian warga atas kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Terjadi bersamaan. Bukan disebabkan. Saya ikut pakai kata itu, biar adil.
—
Nah ini bagian yang bikin saya duduk agak lama.
Pengumpulan data survei 5 sampai 19 Juli.
Pidato Prabowo yang nyeut wartawan, pengamat, dan LSM disebut 𝘭𝘰𝘯𝘥𝘰 𝘪𝘳𝘦𝘯𝘨 itu, tanggal 23 Juli.
Jadi 51 persen itu potret 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 londo ireng.
Artinya?






Artinya Makin Ambyarrr Woooo…
begal ireng
artinya…. besar kemungkinan akan nyungsep, apalagi kalau dilihat dari tren nye selalu menurun. kami berharap pergantian pemimpin bukan berada dalam titik nadir. kelegowoan dan jiwa besar serta tanggungjawab jawab para pemangku kekuasaan untuk berjiwa kesatria, kalian digaji untuk bekerja dari uang kami bukan dari uang buzzer
dari perspektif buzzer, kalau kepuasan publik tinggi dibilang hasil surve sangat akurat, bowo presiden hebat, kebijakan sangat memihak rakyat bla bla bla casciscus. kalau kepuasan publik jeblok dibilang survei bisa diatur, bisa dibayar, bisa dipoles sesuai pesanan
target maksimal 2 tahun (akhir Oktober 2026) sesuai janji politik yang katanya hoax, benarkah ❓ waktu akan terus berjalan
hedoop AF ahoker 😛😛🤓😆🤣
si mulut jamban 🤩🤩🤩🤩🏃♂️🏃♂️🏃♂️