Mohammad Abdulrahman al-Zeinati adalah seorang remaja Palestina berusia 15 tahun yang gugur akibat serangan udara pesawat tanpa awak (drone) Israel di Lingkungan Sheikh Radwan, Kota Gaza, pada Selasa, 15 September 2026.
Insiden tragis ini terjadi melalui taktik serangan beruntun yang dikenal sebagai double-tap strike. Berikut adalah kronologi dan rincian peristiwa tersebut:
- Aksi Penyelamatan Heroik: Mohammad sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri kelas menghafal Al-Qur’an. Di tengah jalan, ia melihat serangan udara pertama Israel menghantam dan melukai seorang petugas Pertahanan Sipil (paramedis) bernama Sherif Shadi Ibrahim Lubbad (23 tahun). Didorong rasa kemanusiaan, Mohammad langsung berlari mendekat untuk menolong petugas yang terluka tersebut.
- Serangan Kedua (Double-Tap): Ketika Mohammad berada di samping korban untuk memberikan bantuan, militer Israel meluncurkan serangan udara kedua di titik yang persis sama. Serangan susulan ini seketika membunuh Mohammad al-Zeinati beserta petugas paramedis yang coba ia selamatkan, serta melukai sedikitnya tujuh warga lain di sekitar lokasi.
Video yang merekam detik-detik keberanian Mohammad berlari menolong korban sebelum akhirnya ikut terhantam bom menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu gelombang kecaman global atas penargetan terhadap warga sipil dan anak-anak di Jalur Gaza.
Mohammed sedang berjalan pulang dari pelajaran Al-Qur’an ketika ia melihat nyawa seseorang dalam bahaya dan berlari untuk menolong; sebuah tindakan penuh welas asih yang menjadi tindakan terakhir dalam hidupnya.







