Beda Gaya Prabowo dan Jokowi, Tapi Isinya Sama

Jokowi datang ke tenda pengungsi Pulau Palue NTT bersama anaknya yang juga ketua partai, sebulan setelah gempa.

Prabowo di hari yang sama duduk di meja bundar Hambalang, “menjawab” wartawan dan podcaster pilihan selama 3,5 jam.

Satu naik kapal kayu, pakai kain adat, dengar keluhan air bersih dan lampu mati, menginap, lalu pergi.

Satu duduk di studio, kamera diatur, pertanyaan disaring, lalu menyatakan “kita tidak gagal, MBG dan Kopdes salahnya apa?”

Gaya memang beda. Jokowi jual kedekatan. Prabowo membuat panggung terkontrol.

Tapi substansinya sama, kunjungan dan pidato sebagai ganti sistem yang tidak bekerja. Warga Palue tetap di tenda. Program-program tetap jadi bahan pembenaran, bukan evaluasi.

Jangan tertipu kemasan. “Tenda gelap” atau “meja hijau”, keduanya komunikasi kekuasaan. Bukan pertanggungjawaban. Dan kursi Prabowo tidak jatuh dari langit. Ia produk dari struktur yang Jokowi kunci. Gaya bisa diganti. Dampaknya ke rakyat tidak.

Masalahnya, sampai kapan rakyat Indonesia bisa ditipu?

(Ahmad Arif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Dua-duanya SAMA-SAMA PENIPU ZALIM yang dijadikan junjungan sekaligus sesembahan gerombolan TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI‼️
    Ngoahahaha…😝😂😜🤣