Fenomena “efek menteri yang dizalimi” memang berpotensi menaikkan popularitas mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di mata publik. Pencopotannya yang mendadak oleh Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026 memicu gelombang simpati yang besar di media sosial dan di masyarakat bawah.
Ada beberapa alasan mengapa narasi “dizalimi” atau diperlakukan tidak adil ini menguat dan bisa mendongkrak popularitasnya:
- Proses Pencopotan yang Dramatis: Purbaya dikabari mengenai pencopotannya via telepon dari Mensesneg saat tengah menghadiri Rapat Kerja Komite IV DPD RI. Gaya pemberhentian yang mendadak tanpa alasan resmi yang transparan dari Istana dinilai sebagian analis politik kurang etis dan memicu spekulasi liar di masyarakat.
- Kinerja Tinggi Sebelum Dicopot: Berdasarkan survei IPO pada Agustus 2026, Purbaya merupakan salah satu menteri dengan tingkat kepuasan kinerja terbaik (42,8%) dan popularitas tertinggi (43,5%) di kabinet. Ketika menteri berkinerja baik tiba-tiba dicopot, publik cenderung melihatnya sebagai korban politik elite ketimbang evaluasi profesional. Padahal banyak menteri yang bobrok tapi tetap dipertahankan.
- Respons yang Santai dan Mengalir: Alih-alih merespons dengan kemarahan, Purbaya justru menanggapinya dengan kelakar ceplas-ceplos bahwa ia ingin “pulang dan mancing di belakang rumah” serta menegaskan tidak berminat lagi menjadi pejabat. Sikap “legawa” dan apa adanya ini justru membuatnya makin diidolakan netizen di platform seperti TikTok dan Instagram.
Dalam sejarah politik Indonesia, figur yang dipersepsikan sebagai pihak yang “ditekan” atau “dizalimi” oleh penguasa sering kali mendapatkan lonjakan modal politik dan dukungan elektoral yang masif dari masyarakat. Contoh paling nyata adalah SBY, dari “menteri yang dzolimi” oleh Presiden Megawati, kemudian menjadi Presiden.
APAKAH PURBAYA AKAN SEPERTI SBY?
“Menurut saya, purbaya bakalan ikut nimbrung di perpolitikan 2029.
Bisa jadi, kek Mahfud MD, tidak masuk parpol, tapi tetap kritis ke pemerintah prabowo.
Apalagi dia mantan menteri keuangan, posisi strategis….
Enak banget nyerang program PRABOWO…
Kalo pun dia masuk partai, yg cocok buat purbaya-> PDIP.
Sekarang PDIP, belum 100% OPOSISI nyerang prabowo.
Tapi, lihat aja di tahun 2028.
Golden timenye pra-pemilu.
Bakalan gila-gilaan ini PDIP wkwkw
Menarik pemilu 2029,” ujar netizen X Yudhistira Ismara @CiptaBuana_.








popularita af makin naik efek nongkrong di sini sering digoblog2 in walopun goblog dan dianjing2kan walopun aslinyaĺĺlllĺ
pesen dia kpd anak2 : belajar yg rajin biar jd pinter Indonesia akan maju
lha kalo presidennya msh yg mulia presiden Prabowo pasti ga kepake 😂😂😂😂
orang yg diangkat yg pande ngejilat 🤣🤣
lu setuju ya af dran-drun 😂😂😂
lucu, yg angkat siapa yg mecat siapa. intinya mo sehebat apapun tetep aja Mentri tuh jongos, apalagi GK da ikatan politik, GK punya bargain. di Indo GK bakal bisa punya Mentri yg kualified Krn masih sistim politik dagang. tp ya emang gitu makanya Dunia ini rusak Krn sistem politik. sekarang lah kenyataannya
contoh2 yg dulu disembah kadrun tapi sekarang dicaci maki:
– prabowo
– KDM
– Ridwan Kamil
– PKS
– babe haikal
– Naniek deyang
– Rocky Gerung
– Maudy ayunda
contoh2 yg dulu dimaki kadrun tp sekarang disembah;
– Anies
– Ferri irwandi
– Sherly
– feri latusolihin
– islah baalwi
– Reza rahadian
contoh2 yg dulu disembah kadrun terus diingkari dan dicaci maki terus disembah kembali:
– purbaya
kadrun gak punya otak emang kepribadiannya sakit jiwa kwkwkwkwkwk 🤣😂😆