Benarkah Nenek Moyang Prabowo yang Menangkap Diponegoro?

Tanya Google AI:

Jawaban Google AI:

Ya, benar dari garis keturunan ibunya. Salah satu leluhur Prabowo Subianto dari pihak ibu (Dora Marie Sigar), yang bernama Benjamin Thomas Sigar, tercatat dalam sejarah lisan dan catatan kolonial terlibat dalam operasi militer bentukan Belanda yang berujung pada penangkapan Pangeran Diponegoro. [1, 2, 3]

Berikut adalah rincian fakta sejarah dan silsilah terkait peristiwa tersebut:

Hubungan Silsilah

  • Silsilah Keluarga: Ibu Prabowo Subianto, Dora Marie Sigar, berasal dari keluarga besar marga Sigar asal Langowan, Minahasa, Sulawesi Utara.
  • Sosok Leluhur: Benjamin Thomas Sigar (sekitar 1790–1879) merupakan kakek buyut atau leluhur langsung dalam garis keluarga ibu Prabowo tersebut.

Peran dalam Perang Jawa (1825–1830)

  • Pasukan Tulungan: Saat Perang Jawa berkecamuk, pemerintah kolonial Hindia Belanda merekrut pasukan bantuan dari Minahasa yang disebut Hulptroepen atau Pasukan Tulungan (Serdadu Manado). [1, 2]
  • Posisi Benjamin Sigar: Benjamin Thomas Sigar bertindak sebagai salah satu kapiten atau perwira yang memimpin pasukan bantuan tersebut untuk membantu melumpuhkan perlawanan Pangeran Diponegoro. [1, 2]

Fakta Penangkapan Pangeran Diponegoro

  • Keterlibatan Lapangan: Berdasarkan catatan kearsipan dan tradisi lisan Minahasa, Pasukan Tulungan di bawah komando Mayor Tololio Hermanus Willem Dotulong dan Kapiten Benjamin Sigar ikut mengawal serta mengepung lokasi perundingan di Magelang pada Maret 1830. [1, 2]
  • Otak Penangkapan: Secara resmi dan struktural, penangkapan Pangeran Diponegoro dirancang lewat taktik tipu muslihat oleh Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock (Panglima Belanda) saat momentum negosiasi perdamaian. Pasukan lokal seperti Pasukan Tulungan bertindak sebagai unit operasional pendukung di lapangan. [1, 2, 3]

Atas jasanya dalam perang tersebut, Benjamin Thomas Sigar kemudian dianugerahi jabatan sebagai Hukum Besar (Kepala Distrik) Langowan oleh pemerintah Hindia Belanda. Informasi lengkap mengenai riwayat tokoh ini bisa dibaca di laman Wikipedia Benjamin Thomas Sigar. [1, 3]

Wikipedia: Benjamin Thomas Sigar

Benjamin Thomas Sigar (sekitar 1790 – 1879) adalah seorang pemimpin tradisional dan perwira militer Minahasa pada abad ke-19. Ia dikenal sebagai kapiten pasukan bantuan Minahasa (Hulptroepen) yang bertugas dalam struktur militer kolonial dan kemudian menjabat sebagai Hukum Besar (kepala distrik) Langowan.

Latar belakang

Benjamin Thomas Sigar lahir di Langowan sekitar tahun 1790. Pada tahun 1841, ia dibaptis oleh misionaris asal Jerman dari Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG), Johann Gottlieb Schwarz.

Peran militer dan Perang Jawa

Nama Sigar tercatat dalam sejarah militer sebagai perwira yang memimpin pasukan bantuan Minahasa (Hulptroepen) dalam menghadapi Pangeran Diponegoro selama Perang Jawa (1825–1830). Berdasarkan riset kearsipan, pasukan yang dipimpinnya terlibat dalam rangkaian operasi yang berujung pada peristiwa di Magelang pada Maret 1830.

Kepemimpinan di Langowan

Ia menyandang gelar kehormatan “Majoor” (Mayor) dan menjabat sebagai Hukum Besar Langowan hingga sekitar tahun 1870-an. Dalam masa jabatannya, ia berperan sebagai mediator antara pemerintah kolonial dan masyarakat adat setempat.

Hubungan genealogis

Benjamin Thomas Sigar merupakan leluhur dari klan Sigar-Masinambow. Garis keturunannya memiliki signifikansi dalam sejarah kontemporer Indonesia sebagai kakek buyut dari Dora Marie Sigar, yang merupakan ibu kandung dari Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto.

https://id.wikipedia.org/wiki/Benjamin_Thomas_Sigar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 komentar

  1. kisah semacam ini bisa bertahan lama ratusan tahun,.ya karena ada yg menjaganya dari mulut ke mulut,.kisah heroik kalangan tertentu,., bayangkan kisah semacam ini diceritakan di gereja2 dengan rasa bangga,,..”sodara sodara.. siapakah yang menangkap pemimpin kadrun Diponegoro,..siapa sodara…??..ameeeen… sodara… begitulah kira2 perjalanan kisah ini.. sehingga terus hidup….sodara…sodara…😅😅

  2. Salah sendiri nyinyirin wartawan sbg londo ireng, ternyata yg londo beneran ya kakek moyangnya dan londo ireng lbh tepat disematkan kpd prabowo sendiri …

  3. berarti tahun 2014 sama 2019 kadrun kadrun milih keturunan Londo Ireng di pilpres 😂😂😂 drunnn drunnn jadi orang kok suka jilat ludah sendiri, kasian amat lu jadi orang drun 😂😂😂

  4. Sudah tertanam mental penjajah bawaan keluarga turun temurun pantas bengis sama rakyat suka ngusir nyuruh minggat dan pajaki rakyat kaya VOC.

  5. lha…ga taunya moyang nya antek kompeni
    Alhamdulillah lewat BIN ( lembaga intelijen netizen ) Allah Subhana wa ta’ala mengungkap hal ini