Ironis! Melarang musik dan menyuruh memanjangkan jenggot. Tapi loyalitasnya pada Salibis

Asim Hafiz, yang dikenal juga dengan sebutan Imam Asim Hafiz OBE, adalah seorang imam dan penasihat agama Islam bagi Angkatan Bersenjata Britania Raya (British Armed Forces).

Lahir di London Timur pada tahun 1976 dari keluarga keturunan Pakistan, Asim Hafiz merupakan seorang hafiz Al-Qur’an. Ia menyelesaikan pendidikan Islam di Inggris dan memperoleh gelar Master of Arts (MA) dalam Studi Islam dari University of London.

Pada tahun 2005, ia diangkat sebagai Imam Muslim pertama dalam sejarah Angkatan Bersenjata Britania Raya. Saat ini, ia menjabat sebagai Penasihat Agama Islam (Islamic Religious Advisor) bagi Kepala Staf Pertahanan dan pimpinan tinggi militer Inggris. Tugas utamanya meliputi pemberian bimbingan rohani kepada prajurit Muslim, pengaturan pelaksanaan ibadah, penyediaan makanan halal, serta perayaan hari-hari besar Islam.

Menyerukan Taat Kepada Waliyyul Amri Boneka NATO dan Yang Berjihad adalah Khawarij

Ketika serangan terhadap pasukan Inggris di Afghanistan semakin meningkat, tentara Inggris meminta bantuan seorang pria bernama Asim Hafiz, atau Imam Asim Hafiz. Ia adalah warga Inggris keturunan Pakistan yang memiliki pangkat militer. Ia berkeliling dengan mengenakan pakaian Islami, mendatangi masjid-masjid dan pasar-pasar.

Tujuannya sangat jelas: mengalihkan perhatian masyarakat dari perlawanan dan meyakinkan mereka bahwa memerangi pasukan NATO adalah “fitnah yang tidak ada kebaikan di dalamnya”, “jalan menuju kebinasaan”, dan “jalan kaum Khawarij dan pelaku bid’ah”. Ia terus mengulang bahwa mereka harus “taat kepada pemimpin (wali al-amr) Hamid Karzai”, yang diangkat oleh Amerika, dan bahwa memberontak terhadapnya adalah kesesatan. Siapa yang mati dalam melawannya, maka ia adalah “anjing dari anjing-anjing neraka”.

Dengan khotbah seperti ini, ia berhasil memengaruhi sejumlah pemimpin suku. Ia membujuk sebagian dari mereka untuk meninggalkan senjata, bahkan bergabung dengan pemerintah yang didukung Barat. Ia tidak pernah mengajak mereka untuk melawan pendudukan atau mempertahankan kemerdekaan negaranya. Sebaliknya, ia mendorong mereka untuk “menuntut ilmu syar’i”, “memperbaiki akidah”, dan “sibuk dengan tauhid” daripada sibuk di medan pertempuran. Seruan ini tidak bertujuan lain kecuali mengalihkan perhatian masyarakat dari perlawanan terhadap pendudukan.

Adapun akidah Asim Hafiz yang ia ajak masyarakat untuk mengikutinya, berfokus pada ibadah-ibadah individu dan ketaatan kepada penguasa de facto, disertai penolakan terhadap segala bentuk perlawanan bersenjata terhadap pasukan asing, serta penekanan pada pentingnya loyalitas kepada penguasa yang berkuasa.

Ia menganut apa yang dapat disebut sebagai “akidah loyalitas kepada negara Inggris”, dengan menganggap Inggris sebagai “wali al-amr yang syar’i” bagi umat Islam di Inggris. Ia menyodorkan gagasan bahwa loyalitas kepada tanah air (Inggris) tidak bertentangan dengan loyalitas kepada Islam. Sebaliknya, ia mengharamkan segala seruan untuk memusuhi negara atau melawan tentaranya, dan mengklasifikasikannya sebagai “ekstremisme”.

Pada tahun 2012, serangan terhadap tentara Inggris di pinggiran Kabul menurun lebih dari 64% berkat upayanya, demikian klaim Inggris. Hal ini mendorong pemerintah Inggris memberinya penghargaan “Cross of Courage” sebagai penghargaan atas perannya dalam menenangkan perlawanan rakyat.
Pada Januari 2014, ia dianugerahi gelar Order of the British Empire (OBE) oleh Ratu Elizabeth II sebagai penghargaan atas jasanya kepada Inggris.

Yang ironis, ada klip terkenal di mana ia menegur seorang pemuda Afghanistan karena mendengarkan musik dan menasihatinya untuk memanjangkan jenggotnya! Padahal ia mengabaikan fakta bahwa kerjasamanya dengan penjajah Salibis dan loyalitasnya kepada Inggris merupakan salah satu pembatal keislaman (nawaqidh al-Islam) yang mengeluarkan seseorang dari agama!!

~Ustadz Anshari Taslim~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. spt tipis2 sekuler & egoism dlm bragama..
    ibadah2 pribadi ialah tramat sangat utama.. sedang urusan ummat ga ad penting2nya.. kcuali yg “remeh temeh” aj..
    ☝🏻🫣