George Soros secara konsisten mengucurkan jutaan dolar untuk mendukung perlindungan hak-hak warga Palestina

Ini kata Google AI:

Benar, Miliarder Yahudi George Soros melalui yayasannya, Open Society Foundations (OSF), secara konsisten menyalurkan jutaan dolar untuk mendanai berbagai organisasi non-pemerintah (NGO) lokal dan internasional yang berfokus pada perlindungan hak-hak warga Palestina.

Menurut data resmi lembaga tersebut, OSF telah aktif menyalurkan bantuan di wilayah Israel dan Palestina sejak tahun 1999. Sebagai contoh, pada tahun 2023 saja, OSF mengalokasikan sekitar $14,3 juta untuk program di kawasan tersebut, ditambah dana darurat sebesar $3,3 juta untuk mendokumentasikan pelanggaran hukum humaniter internasional di Gaza.

Berikut adalah rincian fokus pendanaan OSF di tiga wilayah tersebut:

1. Jalur Gaza dan Tepi Barat

OSF mendanai sejumlah LSM hak asasi manusia (HAM) terkemuka yang mendokumentasikan pelanggaran hukum dan memberikan perlindungan bagi komunitas rentan di bawah pendudukan Israel:

  • Al-Haq dan Al-Mezan: LSM independen Palestina yang fokus mendokumentasikan pelanggaran HAM dan mengadvokasi akuntabilitas hukum di tingkat internasional.
  • B’Tselem dan Breaking the Silence: LSM asal Israel yang beroperasi secara vokal memantau pelanggaran militer dan mendorong keadilan bagi warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza.

2. Di Dalam Wilayah Israel

OSF mendukung hak-hak sipil bagi minoritas Arab-Palestina yang berstatus sebagai warga negara Israel agar mendapatkan kesetaraan hukum:

  • Adalah: Pusat hukum untuk hak-hak minoritas Arab di Israel yang menerima pendanaan guna memperjuangkan kesetaraan hak atas tanah, pendidikan, dan proses peradilan yang adil.
  • Lembaga Masyarakat Sipil Lain: Kelompok-kelompok lokal seperti The Galilee Society dan Kayan-Feminist Organization yang berfokus pada pemberdayaan sosial-ekonomi komunitas Arab di Israel.

3. Jaringan Internasional dan Universitas

Selain organisasi di wilayah konflik, pendanaan Soros juga mengalir ke jaringan advokasi global, seperti Human Rights Watch dan U.S. Campaign for Palestinian Rights (USCPR). OSF juga tercatat mendukung program akademik seperti lembaga studi gender di Birzeit University di Tepi Barat.

Kontroversi dan Tuduhan

Pendanaan ini sering kali memicu perdebatan sengit dari berbagai pihak:

  • Tuduhan Anti-Israel: Lembaga pengawas seperti NGO Monitor menuduh OSF mendanai organisasi bias yang berupaya mengisolasi Israel secara politik internasional melalui gerakan boikot dan sanksi.
  • Isu Pendanaan Terorisme: Beberapa politisi dan media sayap kanan berspekulasi bahwa dana tersebut mengalir ke kelompok militan. Namun, OSF secara tegas membantah tuduhan ini dan menyatakan kepatuhan ketat terhadap undang-undang anti-terorisme Amerika Serikat. Tidak ada bukti yang menunjukkan dana tersebut mengalir langsung ke Hamas.

TAMBAHAN:

Miliarder Yahudi George Soros dikaitkan dengan protes pro-Palestina di AS.

Protes pro-Palestina, yang dimulai di Universitas Columbia telah menyebar ke lebih dari selusin kampus di seluruh AS, dan dipicu oleh miliarder Yahudi George Soros.

George Soros, filantropis Yahudi berhaluan kiri, dan asosiasi yang didanainya dilaporkan memicu protes pro-Palestina di seluruh negeri di kampus-kampus Amerika.

Protes yang dimulai di Universitas Columbia minggu lalu ini telah menyebar ke universitas dan perguruan tinggi di lebih dari delapan negara bagian.

Lokasi perkemahan, yang disebut ‘Zona yang Dibebaskan’, muncul di satu kampus demi kampus, termasuk Columbia, Harvard, Yale, Berkeley di California, Universitas Negeri Ohio, dan Emory di Georgia — semuanya diorganisir oleh cabang-cabang dari badan yang didanai George Soros, Students for Justice in Palestine (SJP), seperti yang dilaporkan oleh The New York Post.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar