Masjid kok Kristen?

Masjid tapi Kristen ala Sadrach

Kiai Sadrach (lahir dengan nama Radin pada tahun 1835 – wafat 14 November 1924) adalah tokoh penginjil legendaris pribumi yang menyebarkan agama Kristen menggunakan pendekatan budaya Jawa. Ia berhasil mendirikan komunitas Kristen Jawa.

Ketika Kiai Sadrach masih hidup, namanya bukan “Gereja Kristen Jawa“, Tapi “Masjid Kristen“.

Pada bangunan ibadah bercorak masjid Jawa inilah, Sadrach mengangkat diri jadi Kiai. Ia merasa sudah layak jadi Kiai karena muridnya sudah banyak.

Jadi, Sadrach ini murni “Kiai Kristen”, bukan Kiai pesantren yang murtad.

Dalam hal ini, sepertinya Sadrach mengikuti “politik bahasa” kaum misionaris dimana dalam menerjemahkan istilah Bible, mereka memakai istilah yang dekat dengan istilah Islam.

Dalam sebuah artikelnya, ustadz Menachem Ali mengutip surat yang dikirim M.H.C. Klinkert di tahun 1861, kepada sebuah penerbit di Belanda:

“Dalam pruf cetak dengan aksara Romawi, saya memakai ejaan Jesoes Kristoes, sedangkan dalam pruf cetak dengan aksara Arab, saya menggunakan Isa el-Meseh.

Saya sengaja berbuat demikian, karena edisi dengan aksara Romawi terutama diperuntukkan bagi orang-orang Kristen keturunan Eropa, dan biasa dipakai dalam gereja, sedangkan yang menggunakan aksara Arab terutama ditujukan kepada orang-orang Muslim yang berpendidikan.

Menurut saya, saya harus memberikan kepada masing-masing apa yang sudah menjadi kebiasaan bagi mereka, yang paling mudah dipahami olehnya, dan yang paling tidak menyinggung perasaannya.”

Jadi pada masa itu, “gereja” diterjemahkan jadi “masjid Kristen”, Kanisah jadi Masjid Yahudi.

Jadi termasuk tetap dipakainya kata “Allah” untuk menerjemahkan kata “God” itu adalah sisa politik bahasa misionaris kolonial tersebut.

(Arif Wibowo)

Rujukan:

  • C. Guillot, Kiai Sadrach Riwayat Kristenisasi di Jawa
  • Lidya Herwanto, Pikiran dan Aksi Kiai Sadrach, Gerakan Jemaat Kristen Jawa Merdeka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. makanya kata Isa Al-Masih yg mereka pakai utk menjebak umat Islam jaman dulu jadi bumerang skrg. makanya mereka ngotot mengubah hari kenaikan Isa Al-Masih diganti Yesus Kristus.